Sosialisasi Dapur Samilakor Denai Kuala

Gambar untuk Sosialisasi Dapur Samilakor Denai Kuala
Bulan Agustus layang lalu, ketua HAPSARI (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia) ibu Lely Zailani melakukan kunjungan kerja ke Desa Denai Kuala, kecamatan Pantai Labu, kabupaten Deli Serdang. Kunjungan kerja ini dilakukan dalam Rangka kegiatan sebar Samilakor untuk memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke -76.

Dan sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, pada tanggal 15 September 2021 yang lalu, HAPSARI diwakili oleh Siti dan Wita melakukan sosialisasi tentang bagaimana membuat minuman herbal Samilakor. Kegiatan ini bertempat di rumah ibu Turmini, dusun III desa Denai Kuala. Dihadiri lbih lebih kurang 10 orang dengan protokol Covid.

Sebelum masuk ke praktek membuat samilakor, terlebih dahulu siti menjelaska bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan minuman ini dan apa saja komponen yang ada didalamnya. Setelah selesai kegiatan dilanjutkan dengan praktek membuat minuman samilakor. Semua peserta serius mendengarkan penjelasan tentang bagaimana pembuatan minuman ini dibuat. Setelah minuman selesai dibuat masing-masing peserta membawa pulang minuman tersebut untuk dibagikan anggota keluarga dirumah.

Di desa Denai Kuala sendiri, warga yang mengalami sakit cukup banyak. Gejala yang mereka rasakan umumnya sama, seperti demam, flu, batuk, pilek, hilangnya kemampuan untuk mencium bau dan hilangnya indra perasa. Beberapa orang langsung mengingat bahwa meraka baru saja kembali dari luar kota menghadiri pesta suadarnya. Sehingga menyadari bahwa sakit yang mereka alami karena virus corona. Langkah yang mereka lakukan hanya sebatas berobat ke puskesmas atau ke dokter terdekat, tetapi tidak pernah melakukan Swab karena ketiadaan biaya.

Tetapi ada hal menarik yang kami temukan, beberapa waktu yang lalu kami mampir ke Kantor desa Denai Kuala dan berdiskusi dengan Kepala desa mengenai kasus Covid di desa ini. Menurut kepala desa belum ada warga yang sakit atau meninggal karena disebabkan virus Corona. Rata-rata yang meninggal adalah para lansia yang memang sudah berumur atau memang punya penyakit bawaan. Kepada Desa Denai Kuala bapak Suwardi mnetakan Kalau yang sakit ada banyak tapi bukan sakit karena Covid. Hanya demam biasa saja. Menurut beliau hilangnya indra pencium dan perasa itu adalah hal yang wajar. Karena setiap orang yang terkena flu pasti tidak mampu mencium bau karena hidung tersumbat.
Menyedihkan memang, tapi itulah fakta dilapangan. Karena yang bisa menentukan apakah seseorang sakit karena flu biasa atau karena covid hanya dengan swab. Sementara desa tidak memiliki fasilitas swab geratis bagi warganya. Sedang untuk swab sendiri butuh biaya yang tidak sedikit.

Dengan situasi yang seperti itu, kedatangan HAPSARI dengan Samilakornya seakan menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya orang yang sedang sakit. Banyak masyarakatyang tertarik belajar membuat minuman Samilakor. sehingga ketika ada keluarga yang sakit mereka bisa membuat samilakor sendiri untuk menolong keluarganya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar