SEKDA MENGAPRESIASI RENCANA PERCONTOHAN BUMDES BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMENEP

2 0 176
Gambar untuk SEKDA MENGAPRESIASI RENCANA PERCONTOHAN BUMDES BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMENEP
Sumenep, 16 Agustus 2021 – Menjelang pertemuan Forum Masyarakat MADANI Sumenep (MMS) dengan Pemerintah Daerah dan para pihak untuk menyepakati Program Percontohan BUMDes Berbasis Masyarakat, Tim Lakpesdam NU sebagai Mitra Utama USAID MADANI telah melaksanakan berbagai persiapan bersama anggota forum. Salah satunya dengan melakukan kunjungan koordinasi kepada Sekretaris Daerah di Lingkungan Kantor Bupati Sumenep.

Mengingat kondisi daerah masih dalam penerapan kebijakan PPKM (level-4), petugas protokol hanya mengijinkan satu orang perwakilan Lakpesdam NU dan Forum MMS untuk menghadap ke Ruangan Pak Sekda, yang kemudian diwakili Nurus Syamsi. Dalam proses koordinasi ini, Sekda Sumenep (Ir Edy Rasiyadi, M.Si) kembali mengapresiasi rencana Program Percontohan BUMDes melalui Peningkatan Partisipasi dan Pengawasan Masyarakat Terhadap Pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sumenep.

Kenyataannnya Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menetapkan Peraturan Daerah No. 13 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan BUMDes. Namun sejauh ini implementasinya kurang efektif, sehingga perkembangan BUMDes juga belum memenuhi harapan. Informasi Dinas PMD menyatakan, hingga akhir 2020 baru 276 dari 334 desa yang sudah membentuk BUMDes dengan kondisi 174 BUMDes kategori Dasar, 97 BUMDes kategori Tumbuh, 4 BUMDes kategori Berkembang, dan baru 1 BUMDes kategori Maju.

Tantangan lainnya, Peraturan Bupati terkait BUMDes belum tersedia secara detail. Hal ini menurut Pak Sekda, perlu mendapatkan pengawalan serius dari berbagai pihak. Harapannya diawal tahun 2022, Perbup tentang BUMDes sudah bisa diselesaikan. Entry point masalahnya pada regulasi pendanaan yang dinilai belum sistematis, sehingga memungkinkan pihak desa lalai mengelola BUMDes. Selain itu, kapasitas SDM pengelola BUMdes juga masih sangat terbatas. Umumnya mereka belum mampu mengidentifikasi potensi desa, dan tidak bisa mengoptimalkan bantuan stimulant pemerintah melalui alokasi Dana Desa.

Mengenai rencana pertemuan Forum MMS dengan Pemda dan OPD untuk menyepakati fokus area, peran para pihak dan dukungan program percontohan BUMDes, jika pesertanya < 15 orang Pak Sekda menyarankan untuk dilaksanakan secara offline (tatap muka). Tempatnya juga lebih baik menggunakan ruangan pertemuan di Kantor Pemda. Informasi sementara untuk waktu pertemuan tersebut, Tim Lakpesdam NU mengagendakan pada tanggal 27 Agustus 2021. Namun kepastiannya masih akan dikonsolidasikan terutama dengan Pemerintah Daerah, Insyaallah dalam minggu depan (Nurus Syamsi).

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. SD Negeri Cikandang 02 - Kersana


Komentar Terbanyak

  1. 13
    Komentar
  2. 9
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER JAKARTA

  3. 6
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER BEKASI

  4. 6
    Komentar