Screening Lansia untuk Warga Kebonharjo

3 0 414
Gambar untuk Screening Lansia untuk Warga Kebonharjo
Program lansia di UPTD Puskesmas Samigaluh II melaksanakan screening untuk para lansia di sepuluh pedukuhan di wilayah Desa Kebonharjo.

Screening ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Populasi lansia yang terus meningkat, dan proses menua yang tak terhindarkan mengakibatkan para lansia sangat rentan dengan beberapa jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, diabetes militus, hipertensi, jantung, PPOK (Penyakit Pulmonary Obstruktif Kronis), dll.

Oleh karena itu, untuk bisa mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, produktif dan berkualitas tentu harus diperhatikan kesehatannya. Salah satu upaya untuk mengontrol kondisi kesehatan lansia adalah melalui screening yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

Di tahun 2019 ini screening telah dilakukan pada sembilan pedukuhan di wilayah Kebonharjo, antara lain Pedukuhan Gowok (02/10/2019), Jarakan (03/02/2019), Kaliduren (05/12/2019), Kedunggupit (07/12/2019), Jeringan (09/12/2019), Pringtali (11/10/2019), Pelem (18/11/2019), Dangsambuh (16/04/2019), dan Kleben (20/03/2019). Hingga saat ini masih ada satu dusun yang belum mendapatkan layanan screening, dan baru akan dilaksanakan akhir minggu ini (14/12/2019), yaitu Pedukuhan Gebang.

Pelaksanaan screening sesuai dengan jadwal kegiatan Posyandu Balita di masing-masing pedukuhan.

Kegiatan screening meliputi antara lain: pemeriksaan tensi (tekanan darah), gula darah, kolesterol, dan tes mental emosional. Tujuan dilaksanakannya screening antara lain untuk mendeteksi secara dini hipertensi, diabetes militus, kolesterol, dan gangguan mental emosional pada warga khususnya lansia. Warga lansia yang dimaksud adalah warga yang berusia di atas 60 tahun.

Pelaksanaan screening lansia ini melibatkan Pemerintah Desa Kebonharjo, para dukuh dan kader di masing-masing wilayah pedukuhan sebagai penggerak warga agar berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan screening tersebut.

Hingga saat ini tingkat kehadiran lansia masih berkisar antara 30-50% dari keseluruhan populasi lansia yang ada, demikian diungkapkan oleh Winarni Widiastuti, AMK selaku pelaksana screening. Hal ini disebabkan karena tingkat kehadiran lansia laki-laki di wilayah ini masih sangat rendah. Diharapkan pada tahun-tahun berikutnya, jumlah ini bisa meningkat, agar lansia yang sehat, mandiri, bahagia, sejahtera, dan berdayaguna segera terwujud.(*)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Penyerahan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 8
    Komentar

    4 KEBUTUHAN ANAK YANG WAJIB DIPENUHI ORANG TUA

  3. 7
    Komentar
  4. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat