SAORAJA

4 1 343
Gambar untuk SAORAJA
Saoraja, menurut informasi yang saya dapat, artinya Istana Raja. Menurut Wikipedia, Saoraja berarti tempat tinggal yang digunakan oleh pemimpin desa, yang menjadi wakil raja di Kabupaten Sidenreng Rappang pada masa kerajaan-kerajaan suku Bugis. Suku dan Kerajaan Bugis ada di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saya pertama mengenal kata Saoraja di Sulsel. Dulu, tahun 2018. Saat saya masih bekerja di sana. Saya bertugas di Sulsel tahun 2016-2019.

Hari-hari ini saya menyebut kata Saoraja lagi. Rasanya, ini karena beberapa waktu ini saya sering berkomunikasi dengan Pak Hamsah. Pak Hamsah kawan baik saya. Dari saat saya masih bekerja di Sulsel hingga sekarang. Karena pekerjaan, saya dipertemukan dan akhirnya berteman baik dengannya. Kami akrab. Baik untuk urusan pekerjaan maupun di luarnya.

Di pekerjaan, kami sama-sama berkegiatan pada sektor AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan). Lebih khususnya di sub sektor PL-nya atau penyehatan lingkungan alias sanitasi. Kami dari lembaga berbeda, Namun tugasnya nyaris sama, di antaranya, memfasilitasi Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Provinsi Sulawesi Selatan. Karenanya, kami sering bertemu. Diskusi dan berkolaborasi.

Dalam konteks kerja kolaborasi itu, kami mengenal Saoraja. Ide awalnya, kami ingin membangun mekanisme apresiasi, ajang komunikasi sekaligus ruang advokasi sektor AMPL. Wujudnya berupa penghargaan kepada pemerintah kabupaten kota, kelompok warga dan atau individu yang berkomitmen tinggi dan bekerja luar biasa untuk kemajuan AMPL. Ide itu awalnya kami namai “ANUGERAH PHINISI AMPL” atau “PHINISI AMPL AWARDS”.

Kami sampaikan ide tersebut kepada Bappeda. Sebagaimana tupoksinya, Bappeda adalah Sekretariat Pokja AMPL Provinsi. Bappeda menyambut baik ide kami. Tapi…

“Bagaimana kalau namanya jangan Phinisi. Terlalu banyak sudah nama penghargaan atau event bernama Phinisi. Kita cari potensi Sulawesi Selatan yang lain. Bagaimana kalau Saoraja,”ujar Kepala Bidang Infrastruktur dan Prasarana Wilayah, Arifin, ketika itu.

Kami setuju. Saoraja bermakna dalam. Saoraja merujuk pada rumah besar bagi pegiat AMPL di Sulsel. Kami akan membangun “Saoraja” berupa semangat. Cita-cita. Kami ingin menjadikan Pokja AMPL Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Saoraja. Rumah besar bagi para “JUARA” sektor AMPL. Ia menjadi ruang dipertemukannya komitmen, ekspresi dan kerja nyata AMPL dari seluruh penjuru provinsi. Kami sepakat. Sebab kami memang tak ingin hanya mencipta event atau kegiatan seremonial saja. Kami akan membangun “rumah besar” AMPL.

Kami mengajak mitra bergabung dalam mimpi besar ini. Sambutan luas datang. Ada 11 mitra setuju berkolaborasi. Para mitra adalah program atau proyek AMPL yang berkegiatan di Sulsel. OPD anggota Pokja AMPL lainnya juga dilibatkan. Kami berbagi peran. Kami sepakat: ANUGERAH SAORAJA AMPL perdana itu harus bermakna. Minimal meninggalkan jejak sejarah.

Kami serius menyiapkannya. Tema SATU SUARA (Sanitasi dan Air Minum Tuntas di Sulawesi Selatan) disematkan. Pada flyer yang diterbitkan sebagai informasi kegiatan itu, disebutkan: Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Provinsi Sulawesi Selatan sedang membangun “Saoraja” untuk kita semua. Sebuah rumah besar bagi tumbuhnya generasi beradab yang memuliakan air minum dan sanitasi. Saoraja yang dibangun dengan desain ruang-ruang untuk generasi ekspresif, inspiratif dan inovatif pada kerja-kerja sektor AMPL.

Kerja kolaboratif itu digelar tanggal 14 November 2018, meriah. Pejabat Pusat dan Daerah datang. Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian Bappenas hadir. Bupati dan Walikota juga. Para “juara” pun dinobatkan. Ruang advokasi sektor AMPL terbuka.

Tiga tahun berlalu. Kabarnya, belum ada Saoraja berikutnya. Artinya, di tahun 2019 – 2021 Anugerah Saoraja tak digelar. Apakah cita-cita itu tumbang? Belum tentu. Mungkin karena sesuatu. Agaknya, teman-teman di sana perlu bertemu, bicara lagi soal Saoraja. Cita-cita harusnya tak lekang. AMPL harus terus diperjuangkan.

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar