Rakorcab Muslimat NU Pekalongan : Kekuatan Muslimat NU Luar Biasa

Gambar untuk Rakorcab Muslimat NU Pekalongan : Kekuatan Muslimat NU Luar Biasa
Pekalongan - Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Pekalongan bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) beserta Pimpinan Ranting Muslimat NU se-Kabupaten Pekalongan gelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) yang berlangsung dikediaman Sumarwati kecamatan Bojong Pekalongan pada Minggu 28 Maret 2021.

Menurut Sumarwati Ketua PC Muslimat NU Pekalongan, Rapat Koordinasi Cabang merupakan amanah Konferensi Cabang pada 16 Januari 2021 dan dijabarkan oleh setiap bidang dalam bentuk nyata program – program untuk dilaksanakan.

“Rakorcab kali ini bertemakan Muslimat NU Berdikari untuk Meningkatkan Legitimasi” merupakan salah satu bukti kita berkhidmat pada Muslimat NU tercinta ini dengan melaksanakan amanah konferensi ,yaitu merinci program program yang sudah diputuskan dalam konferensi menjadi wujud kegiatan nyata yang Insya Allah akan kita laksanakan 5 tahun ke depan”, jelas Sumarwati.

Dalam kesempatan kegiatan tersebut, Kaji Wati panggilan akrab Ketua Muslimat NU itu juga membeberkan segudang prestasi dan potensi Muslimat NU di Kabupaten Pekalongan. Muslimat NU sebagai ormas perempuan anggotanya tersebar hingga 19 Kecamatan.

“Kekuatan Muslimat NU itu luar biasa diantaranya merupakan ormas dengan jumlah anggotanya terbesar di Kabupaten Pekalongan dengan jumlah 19 Pimpinan Anak Cabang di setiap kecamatan, 318 Pimpinan ranting di 285 desa. Dalam bidang kesehatan Muslimat NU Pekalongan juga masuk 3 besar provinsi Jawa Tengah dalam kegiatan Bhaksos KB dan Kesehatan program kerjasama Dinas PMD,P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan.Lanjut Sumarwati, sebagai salah satu capaian Muslimat NU sebagai Mitra Utama program USAID Madani, Muslimat NU juga diberi kepercayaan menjadi narasumber oleh Kantor Kesbangpol untuk menyampaikan pengarahan terkait peningkatan kapasitas ormas sehingga meningkatkan legitimasi Muslimat NU Pekalongan.

Sementara itu, Siti Qomariyah selaku salah satu Dewan Pakar Muslimat NU Pekalongan yang juga turut hadir berpesan kepada seluruh peserta Rakorcab agar dalam mengerjakan tugas dan program – program berprinsip seperti yang diajarkan Gusdur yakni program yang belum tercapai jangan ditinggalkan.

“ Seperti membangun sebuah bangunan, ketika satu tahun belum selesai ya harus dilanjutkan dan pada saatnya nanti semuanya akan terselesaikan, sama halnya dengan merealisasikan program dalam sebuah organisasi bahwa program terus berkelanjutan” tutur Siti Qomariyah

Lanjut Qomariyah, ibu – ibu Muslimat NU juga harus melek teknologi. Di zaman sekarang keterbukaan informasi merupakan kebutuhan penting untuk organisasi, oleh karena itu agar dapat dirasakan manfaatnya secara luas anggota Muslimat NU untuk bisa memanfaatkan kelebihan internet dimasa pandemi.

“Untuk itu saya menyarankan agar Muslimat NU untuk membuat webb sehingga kegiatan – kegiatan Muslimat NU yang bermanfaat bagi masyarakat dapat dilihat di seluruh dunia sekaligus sebagai data dokumentasi organisasi dan dapat dilihat oleh penerus suatu saat nanti” harap Qomariyah.*

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Penyerahan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 8
    Komentar

    4 KEBUTUHAN ANAK YANG WAJIB DIPENUHI ORANG TUA

  3. 7
    Komentar
  4. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat