Puskesmas Kedungwuni I dan Karanganyar Terpilih Menjadi Piloting Puskesmas Ramah Disabilitas

Gambar untuk Puskesmas Kedungwuni I dan Karanganyar Terpilih Menjadi Piloting Puskesmas Ramah Disabilitas
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Pekalongan “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan  yang Sejahtera, Adil, Merata (SETARA) dan Berbudaya Gotong Royong", Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Program USAID MADANI pada Selasa 3 Agustus 2021 telah menyelenggarakan Penyepakatan Piloting dan Modeling Puskesmas Ramah Disabiltas di Kabupaten Pekalongan di Aula I Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Serasi Madani (FORSEMA) Pekalongan  tersebut  dihadiri para pihak terkait, di antaranya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Organisasai Masyarakat Sipil (OMS) yang tergabung dalam Forum SERASI  Madani Kabupaten Pekalongan, Puskesmas Kajen 1, Puskesmas Kesesi II, Puskesmas Bojong I, Puskesmas Kedungwuni I, Camat Kajen, Camat Kesesi serta private sector yang diwakili oleh Bank Jateng Cabang Kajen dan BRI Cabang Pembantu Kajen.

Dalam acara tersebut menghadirkan dua narasumber yakni dari dr Ratna Susanti Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan Erlita Rismilliyana selaku Ketua FORSEMA Pekalongan.

Erlita menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya konkret dari FORSEMA yang beranggotakan Organisasi Masyarakat Sipil, LSM, Perguruan Tinggi dan insane media untuk  mendorong pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan khususnya disabilitas di Puskesmas dalam bentuk piloting Puskesmas Ramah Disabilitas

“Peningkatan pelayanan kesehatan juga sejalan dengan salah satu Visi Misi Bupati Pekalongan dan program dari USAID MADANI ini juga membantu saudara-saudara kita terutama disabilitas yang mempunyai hak  sama dalam mendapatkan pelayanan di Puskesmas” ungkap Erlita

Sementara dr Ratna Susanti mengatakan Puskesmas yang  sudah melaksanakan kegiatan peduli disabilitas secara nyata adalah Puskesmas Wiradesa dengan ditunjang fasilitas pendukung seperti kursi roda dewasa dan anak, pemeriksaan sesehatan untuk anak sekolah  SDLB.

“Rencana kami juga akan membuat kelas inklusi bekerjasama dengan  fisioterapis dan UNIKAL  tapi karena pandemi Covid-19 semua jadi tertunda”, kata dr. Ratna

Lanjut Ratna, dalam rencana pelaksanaan Puskesmas ramah pelayanan disabilitas pihaknya mengalami berbagai kendala diantaranya belum ada pos anggaran untuk kegiatan ini dari Dinkes atau Dinsos

“Selain itu juga  belum tersedianya data yang jelas anak /orang difabel, belum ada inventarisasi kebutuhan anak/orang difable, belum ada tenaga fisioterapis di Puskesmas dan lelum ada anggaran untuk biaya kunjungan fisioterapis ke sasaran, oleh karena itu diperlukan kerjasama semua pihak termasuk dari Forum Serasi Madani yang  ikut membantu program pemerintah,” imbuh Ratna.

Kemudian, respon positif juga disampaikan oleh peserta yang hadir dalam acara tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Grasiano Pandu S Pimpinan Cabang BRI Capem Kajen yang mendukung program Piloting Puskesmas Ramah Disabilitas tersebut.

“ Kami persilahkan kepada Forum untuk segera membuat proposal pengajuan CSR yang akan kami teruskan ke Pimpinan Pusat BRI”, ujar Pandu.

Hal senada juga disampaikan oleh Kunjung Kuncoro perwakilan Bank Jateng Cabang Kajen agar memaksimalkan Forum CSR Kabupaten Pekalongan yang bersekretariat di kantor Bappeda Litbang.

Melalui pertimbangan seluruh peserta , dalam acara tersebut disepakati bersama dua Puskesmas piloting dan Modeling Puskesmas Ramah Disabilitas yaitu Puskesmas Kedungwuni I dan Puskesmas Karanganyar dilengkapi dengan penandatanganan Berita Acara kesepakatan bersama oleh seluruh peserta.*

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Penyerahan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 8
    Komentar

    4 KEBUTUHAN ANAK YANG WAJIB DIPENUHI ORANG TUA

  3. 7
    Komentar
  4. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat