Produksi Meningkat, Hasni Petani Luwu Utara Tersenyum Saat Jual Jagung

0 0 33
Gambar untuk Produksi Meningkat, Hasni Petani Luwu Utara Tersenyum Saat Jual Jagung
LUWU UTARA --- Hasni (32) Anggota Kelompok Tani Karya Melati lagi tersenyum saat menjual hasil produksi Jagung yang ia panen.

Dia seorang ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok tani binaan Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) di Desa Pembuniang Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (10/2/2021).

Dirinya bergabung sejak tahun 2019. Dan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas petani bersama rekan kelompok dan poktan lain nya komoditi jagung.

Selain ia aktif mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas petani. Mereka juga di uji serta di Monitoring dan evaluasi dari PPL serta Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara sebagai Manajer Program READSI / DPMO Kabupaten Luwu Utara, "imbuh Fasilitator Desa Pembuniang, Kadding.

Lanjut Kadding, Pada bulan september 2020, mereka mendapatkan bantuan soprodi secara gratis dari program READSI, Kementan.

Senada dengan itu, Ketua Kelompok Karya Melati, Ebit membenarkan bahwa kami mendapatkan bibit unggul dan soprodi lainnya secara gratis.

"Apa yang anggota panen saat ini, itu adalah apa yang kami dapatkan dan yang kami tanam pada september tahun lalu. kini hasilnya, sudah dirasakan anggota kelompok, "ujarnya.

Lanjut Ebit, ibu Hasni ini tanam 5 Kg bibit jagung. Alhamdulillah ia panen 1.2 ton. Padahal sebelum masuk program READSI, ia hanya panen dilahan yang sama 300 Kg. itu mungkin karena pengaruh hama ulat grayak dan tinggi nya curah musim hujan.

Ditanya soal harga jagung sekarang. Ebit katakan harga jagung pipil yang kering perkilogram saat ini Rp. 3.650. Jadi jika ia panennya 1,2 ton maka kotor ia dapatkan Rp. 4,380,000,- karena belum keluar upah buruh. Ini betul, sangat membantu petani, ditengah masa pandemi coronavirus2019 karena dapat meningkatkan kesejahteraan, tidak lagi mengeluarkan biaya soprodi karena di dapatkan secara gratis dari program READSI, Kementan.

Ebit, mengharapkan program READSI KEMENTAN ini, semoga dapat berkelanjutan agar kami tetap mendapatkan pendampingan, "tutupnya. (#)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Workshop Disabilitas Jember


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar
  2. 8
    Komentar

    BEMETENG Punya Acara Hari Ini

  3. 5
    Komentar

    Workshop Disabilitas Jember

  4. 3
    Komentar

    Driver Delivery