PPO DAUN HIJAU KABUPATEN BARRU PANDU FOCUS GROUP DISCUSSION PENGEMBANGAN PUPUK ORGANIK

1 0 146
Gambar untuk PPO DAUN HIJAU KABUPATEN BARRU PANDU FOCUS GROUP DISCUSSION PENGEMBANGAN PUPUK ORGANIK
JON RANTEPADANG, BARRU
Focus Group Discussion terkait Pengembangan Pupuk Organik Di Kabupaten Barru dengan tema “Quo Vadis Pupuk Oganik” berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Barru, pada tanggal 24 Agustus 2021. Kegiatan yang diikuti oleh Para Penyuluh Pertanian, Kelompok Tani, Praktisi, Pemerhati dan Pengusaha yang bergerak di bidang pupuk organik, dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian.
Kabupaten Barru memiliki peluang besar sebagai produsen pupuk organik, karena bahan baku tersedia dalam jumlah cukup besar, baik kotoran ternak maupun limbah pertanian, demikian menurut Ahmad, Kadis Pertanian Kabupaten Barru. Sementara Dr. Ir. Syukur, dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Makassar dalam paparannya menjelaskan bahwa dengan integrasi ternak sapi, kambing, ayam dan limbah pertanian, mampu untuk memenuhi kebutuhan pupuk se Kabupaten Barru.
Yang menjadi pertanyaan besar masyarakat khususnya petani adalah “ Mengapa Harus Pupuk Organik”. Ini yang harus dijawab oleh Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian sebagai Unit Kerja yang terkait. Bahwa penggunaan pupuk organik harus digencarkan karena; 1) mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun mikro; 2) mengandung makro dan mikro organisme tanah; 3) memperbaiki dan menjaga struktur tanah; 4) menjadi penyangga pH tanah; 5) Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan; 6) tidak merusak lingkungan; 7) aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun; 8) menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan, demikian menurut Jon Rantepadang, dari PPO DAUN HIJAU.
Lebih Lanjut ditambahkan bahwa peluang Kabupaten Barru untuk menjadi produsen pupuk organik karena 1) Luas panen lahan sawah tahun 2020 di Barru tercatat 20,711hektar dengan potensi jerami untuk pembuatan pupuk organik 144.977 ton dan bila diolah menjadi pupuk organik dapat digunakan untuk memupuk sawah 28.995 Ha; 2) Pemanfaatan kotoran hewan dan sampah organik sebagai pupuk mampu mengurangi dampak buruk jika hanya dibiarkan, Jumlah ternak sapi di Barru 61.771 ekor; ayam ras pedaging 2.869.998 ekor dan ayam ras petelur 414.038 ekor; 2) Adanya kampanye go organik; Meningkatnya kesadaran petani akan bahaya residu pemakaian pupuk anorganik;
FGD berlangsung gayeng dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang meminta Pemerintah serius untuk mensosialisasikan penggunaan pupuk organik terlebih lagi pada saat sekarang dimana pupuk anorganik sering menghilang di pasaran. Sangat di sadari bahwa penggunan pupuk anorganik tidak secara serta merta dapat langsung dihentikan, namun dilakukan secara bertahap dengan mengkombinasikan pupuk organik.
Namun demikian pengembangan pupuk organik juga menghadapi kendala antara lain 1) respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak secepat pupuk anorganik; 2) Kandungan unsur haranya rendah; 3) Pengetahuan kelompok tani di bidang pengolahan pupuk organik masih terbatas dan 4) Penyuluhan di bidang pertanian organik baik pupuk maupun pestisida organik yang masih kurang.
Berbagai kendala yang dihadapi tidak menghalangi semangat para peserta untuk menggunakan pupuk organik dalam aktifitas pertanian yang dikelola karena banyak manfaat yang diperoleh terlebih lagi pada situasi yang sulit mendapatkan pupuk anorganik dalam jumlah yang cukup.
Pada akhir FGD menghasilkan rekomendasi : 1) penyusunan regulasi terkait harga produk organik dan anorganik; 2) buat demplot/kluster penggunaan pupuk organik; 3) subsidi bagi petani yang melakukan demplot di atas 1 Ha; 4) sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan pupuk organik (terutama kepada pemilik lahan); 5) bentuk Perusda yang menangani pembelian/penjualan produk pertanian; 6) bantuan PUTS bagi penyuluh; bantuan pemerintah untuk pengujian/sertifikasi produk pupuk organik.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. SD Negeri Cikandang 02 - Kersana


Komentar Terbanyak

  1. 13
    Komentar
  2. 9
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER JAKARTA

  3. 6
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER BEKASI

  4. 6
    Komentar