"Phubbing" Vs " Silaturrahim "

1 4 749
Gambar untuk "Phubbing" Vs " Silaturrahim "
Kupang, 26 Oktober 2019 - Manusia sebagai mahluk sosial tentunya sangat tergantung dengan sesama mahluk lainnya. Sebagai aktualisasi dari sifat tersebut maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan saling mengunjungi atau bersilaturrahim.

Namun akhir-akhir ini nilai silaturrahim mulai berkurang karena dinamika kehidupan yang cendrung kepada sifat individualistik dan pengaruh teknologi. Kadang-kadang kita kesal ketika kita sedang kumpul bareng teman, karena waktu kebersamaan yang seharusnya diisi dengan bercanda, tukar informasi (share and care) ternyata justru disibukkan oleh gadged masing masing atau dengan bahasa krennya Phubbing.

Istilah Phubbing ini mulai dipopulerkan oleh agensi periklanan McCann dan kemudian ramai dibahas oleh media di seluruh dunia dan akhirnya resmi terdaftar dalam kamus Macquarie. Phubbing berasal dari kata "phone snubbing" yang artinya tindakan acuh tak acuh di dalam sebuah lingkungan karena lebih fokus pada gadget masing-masing dari pada membangun sebuah percakapan.

Mengoprasikan gadget untuk mengirim pesan atau mengubungi teman atau keluarga yang mungkin sangat penting memang sah-sah saja. Sekedar mengecek media sosial yang mungkin ada informasi penting terkait masalah pekerjaan tidak apa-apa. Asal, tidak dilakukan di tempat dan waktu yang mengharuskan kita untuk bersosialisasi dan bersilaturrahim di dunia nyata.

Untuk menghidari phubbing memang akan terasa sulit karena otak kita sudah terstruktur oleh aplikasi-aplikasi yang merangsang otak lebih-lebih dengan aplikasi game online. Ketika sudah bermain game maka rasa penasaran akan terpacu sehingga kita lupa waktu bahkan menjadi ketagihan. Kalau sudah demikian maka kompetensi sosial akan terus menurun bahkan akan merusak semangat silaturrahmi dan cendrung suka menyendiri.

Hal ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut oleh kerena itu perlu adanya upaya-upaya kongkrit untuh menyembuhkan penyakit phubbing. Di bawah ini ada tip-tip untuk mengurangi bahkan berhenti dari phubbing ketika sedang bersilaturrahim atau bersosialisasi dalam kehidupan nyata. Ada beberapa tips untuk mengakhiri kebiasaan phubbing menurut situs (www.vistaeducation.com) antara lain:

1. Tahan diri untuk tidak update
Langkah pertama yang harus kita lakukan agar tidak menjadi 
tersangka maupun korban phubbing adalah berhenti update.

2. Kumpulkan Hp saat berkumpul
Buat kesepakatan untuk tidak menyentuh handphone ketika sedang berkumpul dan beri hukuman bagi siapa saja yang tidak tahan dan mengabil hanphone lebih dulu. Sebagai contoh hukuman bagi yang melanggar misalnya memberi traktiran atau apapun. Dengan begini, semua orang akan lebih fokus satu sama lain.

 3. Kumpul di tempat yang anti mainstram
Kemungkinan lain penyebab phubbing terjadi adalah kita berkumpul di tempat yang itu-itu saja. Karena merasa bosan, banyak dari kita yang mulai membuka handphone. Oleh kerena itu tempat berkumpul harus variatif. bersama bukan lagi dengan judul nongkrong. Bisa saja diganti dengan travelling bersama atau melakukan sebuah kegiatan sosial.

4. Jauh jauh dari Gadged
Langkah terakhir ini memang terlihat sedikit ekstrim. Tapi meletakkan gadged jauh-jauh dari dirimu memang sangat efektif. Atau jika sedikit susah, taruh gadged di dalam tas.

  4 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Penyerahan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 8
    Komentar

    4 KEBUTUHAN ANAK YANG WAJIB DIPENUHI ORANG TUA

  3. 7
    Komentar
  4. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat