PERCAYA DIRI ALA GERRY

3 1 268
Gambar untuk PERCAYA DIRI ALA GERRY
Dia biasa dipanggil Gerry. Nama lengkapnya Yulius Gerry Permana. Anak muda 26 tahun itu sehari-hari menggunakan kursi roda. Gerry seorang difabel. Dia mengalami kecelakaan sepeda motor, kala umurnya 1,5 tahun. Akibat kecelakaan itu, Gerry kehilangan fungsi kakinya.

“Setelah kecelakaan itu saya menjalani terapi dan waktu itu saya bisa berjalan, walaupun dengan posisi kaki agak menekuk. Setelah lulus SMP kaki saya dioperasi, namun setelah operasi malah membuat kaki saya tidak kuat untuk berjalan sampai sekarang,”ujar Gerry, mengenang.

Kondisinya pernah membuatnya rendah diri. Itu dirasakannya waktu kecil. Namun atas didikan dan dukungan keluarga, dia menumbuhkan sikap percaya diri. Dia berusaha tak terpengaruh pada ejekan atau pandangan meremehkan lingkungan sekitarnya.

“Rasa rendah diri akan menyusahkan diri sendiri. Ibaratnya, mau ketemu orang saja malu. Itu kan merugikan kita sendiri,”ujarnya, mantap.

Kepercayaan diri Gerry makin besar dengan ikut berorganisasi. Ia aktif di Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB). Selain berorganisasi, dia juga menempuh pendidikan seperti yang lainnya. Bulan Juni 2021 lalu, Gerry lulus kuliah dari sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang.

Usai lulus kuliah, aktifitasnya di FKDB masih dilakoninya. Gerry merasa, aktif di organisasi tak hanya sekedar menumbuhkan percaya diri atau bersosialisasi. Dia meyakini, aktif berorganisasi melebarkan wawasan, pergaulan dan jaringan.

Keyakinan Gerry tak salah. Setidaknya itu terjadi ketika Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial (LKTS), membuka lowongan staf, Gerry direkomendasikan organisasinya untuk mengisi lowongan itu. Setelah proses wawancara, Gerry diterima bekerja. Sejak awal Agustus 2021 lalu, Gerry menjadi salah satu staf LKTS untuk menjalankan Program MADANI. LKTS adalah Mitra Utama Program USAID MADANI di Kabupaten Boyolali.

“Kami tidak hanya melakukan wawancara untuk Gerry. Kami juga melakukan kunjungan ke rumahnya. Bertemu orang tuanya agar kami juga mengenal keluarganya,”ujar Direktur LKTS, Yayah Maryamah.

Yayah menekankan, sejak awal membutuhkan staf, pihaknya memang ingin dan sengaja membuka lowongan untuk difabel. Pihaknya ingin ikut memberdayakan dan melibatkan peran difabel. Oleh karenanya, pihaknya menjalin komunikasi dengan PKDB. FKDB adalah juga anggota Forum Masyarakat Madani (FORMMAD), Simpul Belajar yang pembentukannya difasilitasi LKTS.

Sejak awal bulan Agustus lalu, setiap pagi, Gerry menempuh waktu sekitar 30 menit dari rumahnya ke kantor LKTS. Rumahnya di Dukuh Ledok, Desa Sidomulyo Kecamatan Ampel. Setelah bekerja, pagi hari bagi Gerry dan ibunya adalah pagi hari yang dinanti. Sebelum naik sepeda motor roda tiganya, ibunyalah yang selalu setia memegang kursi rodanya, agar Gerry bisa naik sepeda motornya. Rutinitas pagi itu kini sangat membahagakan. Oleh karenanya, walau setiap pagi kini dia dan sepeda motor roda tiganya menembus padatnya lalu lintas di ruas jalan utama Solo-Semarang, itu dirasakannya dengan riang.

Sebentar. Kalau dia mengatakan setiap pagi berangkat kerja, kenapa memakai celana pendek? Bukankah ke kantor harusnya berpakaian layak dan pantas, misalnya, dengan menggunakan celana panjang?

“Saya kesulitan kalau menggunakan celana panjang. Kemampuan gerak saya terbatas, jadi kalau pakai celana panjang malah menyusahkan,”katanya.

Pihak kantor tidak mempermasalahkan?

“Tidak. Kami mempersilakan Gerry memakai celana pendek. Itu memang permintaannya. Karena kalau pakai celana panjang akan menyusahkan dia, misalnya ke toilet dan lainnya,”ujar Yayah.

Kebijakan kantor itu sangat menyenangkan bagi Gerry. Menurutnya, kerja di Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) seperti LKTS membuatnya memiliki kebebasan dalam berekspresi. Selain itu juga, waktunya longgar dan pergaulan sesama staf sangat baik.

“Saya sekarang juga merasa mandiri,”ujarnya, riang.

Namun dari semua itu, ada satu hal yang membuatnya sangat senang, yakni, menciptakan kebahagiaan untuk orang tuanya, terutama, ibunya…

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar