Pentingnya Orientasi dan Internalisasi Berlembaga

0 0 507
Gambar untuk Pentingnya Orientasi dan Internalisasi Berlembaga
Lead Partner USAID MADANI Luwu Utara dalam hal ini Perkumpulan Wallacea kembali mentoring Lembaga Mitra Swadaya Mandiri (Madani) Luwu Utara sebagai mitra lokal di kabupaten Luwu Utara. Kali ini lebih fokus pada internalisasi kelembagaan dan proses pembaharuan legalitas berupa akta notaris hingga registrasi kemenkumham. Kegiatan yang bertempat di Warkop Daeng Aziz Masamba (15/12/2020) dihadiri pengurus dan staf Lembaga Mitra Swadaya Mandiri (Madani) Luwu Utara, Muhammad Sahaka FC USAID MADANI, dan Sainal Abidin bertugas sebagai mentor.

Muhammad Sahaka mengatakan, berhasil atau tidaknya Mitra Swadaya Mandiri (Madani) menjadi Lead Partner USAID MADANI nantinya tergantung dari keseriusan dan alat ukurnya dapat terpenuhi sebagai mitra utama untuk tahun kedua sampai ketiga. ‘’Senang bisa ketemu kembali setelah pilkada di Luwu Utara berakhir. Kita berharap Mitra Swadaya Mandiri sudah dapat menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam menata kondisi internalnya sehingga dapat memenuhi indikator kapasitas minimalnya sebagai syarat utama sebagai mitra utama/lead partner,’’ jelasnya saat memulai kegiatan mentoring.

Senada dengan itu, Basri Andang Direktur Eksekutif Perkumpulan Wallacea menyampaikan, Madani harus siap untuk mengawal Simpul Belajar Lamaranginang kedepannya, untuk itu perlu mempersiapkannya dari awal dan dimulai dengan melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu. Diharapkan semua personil dari pengurus memahami betul manajemen organisasi, dan memperkuat komitmen masing-masing personil supaya dapat bekerjasama dalam sebuah tim kerja untuk memperbaiki manajemen dan memenuhi aspek legalitas lembaga.

Idealnya memang, ujar Basri Andang, setiap lembaga itu teregistrasi di Kemenkumham. Ini penting bagi legalitas lembaga apalagi tema yang dipilih di Luwu Utara adalah Transparansi Dana Desa yang juga akan berimplikasi pada legitimasi dan kepercayaan lembaga. Namun yang harus dipertegas lebih awal dalam berorganisasi atau berlembaga adalah orientasi, kesaamaan visi dan motivasi personil yang ada di dalamnya. Kekuatan lembaga terletak di situ.

Pertanyaan yang perlu dijawab, ‘’Untuk apa kita berlembaga?’’ Tentu karena ada permasalahan di sekitar kita yang akan diselesaikan secara kelembagaan. Disadari bahwa secara individu persoaan tersebut tidak mampu diselesaikan sehingga beberapa person yang memiliki pandangan dan cita-cita yang sama itu perlu menghimpun dalam sebuah organisasi.

Sainal Abidin menguraikan lebih jauh terhadap hal tersebut selama proses mentoring berlangsung. Ia mengajak para pengurus Lembaga Mitra Swadaya Mandiri (Madani) memahami betul perbedaan bentuk badan hukum organisasi masyarakat sipil, terutama perbedaan antara yayasan dan perkumpulan. Setelah mengurai secara mendalam, para pengurus dan staf dipersilahkan untuk menimbang pilihan mana yang dianggap cocok dengan penuh kesadaran. Demikian halnya dengan struktur, lanjut Sainal, untuk menentukan divisi atau bidang itu harus sesuai kebutuhan lembaga dan hasil renstra.

‘’Apa yang tadi kita diskusikan ini adalah bentuk pilihan-pilihan. Silahkan teman-teman berembuk untuk menentukan mana bentuk yang sesuai dengan visi dan misi teman-teman. Apakah yayasan atau perkumpulan, silahkan didiskusikan,” kunci Sainal Abidin diakhir sesi mentoring.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar