Pemulihan Pascabencana Lampung Selatan, BNPB Kerja sama dengan Unila Tanam Terumbu Karang dan Pohon untuk Mitigasi Berbasis Ekosistem

0 0 60
Gambar untuk Pemulihan Pascabencana Lampung Selatan, BNPB Kerja sama dengan Unila Tanam Terumbu Karang dan Pohon untuk Mitigasi Berbasis Ekosistem
Akhir Desember 2018 lalu longsoran lereng dalam laut akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu tsunami. Gelombang laut menghantam beberapa kawasan, salah satunya wilayah Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Tsunami di kawasan tersebut berdampak pada kerusakan ekosistem pesisir dan laut. BNPB melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumbar Daya Alam (PPSESDA) bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila) melakukan pendampingan pemulihan dan peningkatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan ekosistem pantai pascabencana. Kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat setempat, khususnya Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Desa tersebut merupakan wilayah yang terdampak tsunami akibat aktivitas vulkanik gunung api di Selat Sunda.

Saat berkunjung ke Desa Kunjir, Direktur PPSESDA Dra. Andi Eviana M.Si. menyampaikan kegiatan penanaman terumbu karang dan pohon penahan tsunami ini perlu dilakukan untuk menahan laju kerusakan yang lebih luas.

“Program pemulihan dan peningkatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan ekosistem pantai pascabencana tsunami perlu dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya mengembalikan kelestarian pesisir dalam menahan laju perusakan baik kerusakan ekosistem hayati dan non hayati,” kata Eviana, Kamis lalu (14/10).

BNPB berharap pola pendampingan dari tim pelaksana Unila dapat menjadi proyek percontohan. Di samping itu, ini dapat menjadi pemicu untuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait lain untuk dapat melanjutkan program tersebut.

Terumbu Karang yang direhabilitasi ke depannya bisa dimanfaatkan masyarakat setempat, salah satunya untuk menarik wisatawan. Sedangkan penamaman tanaman peredam tsunami berupa ketapang dan kelapa, ini sebagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berbasis pengurangan risiko bencana.

“Harapan dari kami adalah model pemulihan kerusakan ekosistem terumbu karang dengan melakukan rehabilitasi terumbu karang dan pemulihan kerusakan ekosistem pantai dengan penanaman tanaman penahan tsunami yang berbasis masyarakat,” ujarnya.

BNPB memberikan dukungan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bina Remaja Desa Kunjir berupa 125 buah bibit pohon ketapang, 75 buah bibit pohon kelapa, 150 Blok beton dan modul transplantasi terumbu karang, 1 unit rakit untuk monitoring dan perawatan terumbu karang.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana kegiatan Amril Ma’ruf Siregar S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah dimulai sejak Mei dan akan berakhir di November.

“Kegiatan pendampingan sudah dimulai sejak tanggal 25 Mei dan akan berakhir pada tanggal 20 November 2021. Namun demikian, penanaman kembali terumbu karang di 3 titik dengan 750 bibit terumbu karang yang mengikat di 200 modul blok beton telah rampung dikerjakan. Begitu pula dengan penanaman tanaman penahan tsunami selesai dilaksanakan,” jelas Siregar.

Masa krusial dalam program ini adalah paska tanam, dimana bibit terumbu karang maupun bibit tanaman rawan mati.

“Sisa waktu dalam beberapa bulan sampai kegiatan berakhir kami lakukan untuk monitoring bibit terumbu karang maupun bibit pohon yang rawan mati karena adanya adaptasi lingkungan baru dari lingkungan sebelumnya,” katanya.

Kegiatan ini diapresiasi oleh pemerintah daerah, baik di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Kepala Pelaksana BPB Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan terima kasih kepada BNPB dan Unila atas upaya pemulihan pascatsunami ini. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat terumbu karang dan pohon yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Kunjir.

Wakil Rektor IV Unila Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Prof. Ir. Suharso, Ph.D. mengatakan bahwa kerja sama antara BNPB dan Unila ini harapannya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat terdampak bencana.

Akhir kegiatan ditutup dengan penanaman pohon dari perwakilan BNPB, Unila, pemerintah daerah yang didampingi tokoh masyarakat.

Selain kegiatan pendampingan pemulihan dan peningkatan produktivitas sumber daya alam dan lingkungan, BNPB juga melakukan kegiatan pendampingan sosial dan pembinaan ekonomi pada tahun ini.

SUmber: Humas BNPB

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak