Pemilihan RT dan RW Serentak di Wilayah RW 24, Kelurahan Wirogunan, gunakan "Model Drive Thru"

0 0 370
Gambar untuk Pemilihan RT dan RW Serentak di Wilayah RW 24, Kelurahan Wirogunan, gunakan "Model Drive Thru"
Bulan Oktober hingga awal Nopember 2021, di seluruh wilayah kota Yogyakarta menyelenggarakan pemilihan  Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW). RT dan RW merupakan unit terkecil dalam sistem pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

Proses pemilihan RT dan RW disetiap wilayah memiliki cara sesuai dengan kearifan lokal. Walaupun demikian,  pemilihan pengurus RT/RW merujuk pada Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pembentukan dan Pembinaan Rukun Tetangga dan Rukun Warga.

Pemilihan ketua RT dan Ketua RW di wilayah RW 24, Kampung Mergangsan Kidul, Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta menggunakan cara Drive Thru. Pemilihan dengan model ini, adalah dengan mengundang seluruh warga untuk hadir di lokasi tertentu untuk memilih ketua RT, sekaligus memilih ketua RW.  

Didik Setiadi, Panitia Pemilihan RW menyatakan Pengurus RW telah membentuk panitia pemilihan dan mensepakati model pemilihan, yaitu model Drive Thru dengan pemilihan serentak dengan memilih ketua RT, sekaligus  memilih ketua RW. Pemilihan dilakukan dalam waktu yang sama di wilayah RW 24, yaitu di wilayah RT 74, RT 75 dan RT 76.

Menurutnya, Setiap panitia di tingkat RT, telah melakukan penjaringan calon ketua RT. Salah satu penjaringan calon Ketua RT maupun calon Ketua RW, dilakukan dengan mengirimkan nama calon melalui WhatsApp kepada panitia, dengan jalur pribadi (japri). Paling lambat penyampaian calon Ketua RT maupun Ketua RW, pada hari Rabu (27/10/2021)

Sementara untuk calon Ketua RW 24, disampaikan kepada Didik Setiadi (0815-7818-1441) dengan jalur pribadi (japri) WhatsApp. Calon ketua RW berasal dari warga RT 74, warga RT 75 dan warga RT 76. Rekapitulasi calon ketua RW hasil dari usulan warga tersebut, disampaikan kepada warga untuk dipilih dalam proses pemilihan RT/RW. Sedangkan calon ketua RT, disampaikan melalui panitia di tingkat RT.

"Komitmen bersama antara pengurus RT, RW dan panitia, yaitu setiap calon Ketua RT dan Ketua RW tidak dapat mengundurkan diri. Demikian juga, apabila terpilih sebagai Ketua RT/RW", ujar Didik setelah Rapat Pengurus, Jum'at (15/10/2021).

Didik, menegaskan, secara etika dan melihat beban kerja kemasyarakatan, Ketua RT maupun Ketua RW tidak merangkap jabatan dengan Ketua Kelembagaan tingkat Kelurahan, Kemantren maupun Kota Yogyakarta. Sebagai tugas sosial kemasyarakatan, seyogyanya masyarakat tidak menambahkan beban kerja kepada calon Ketua RT maupun Ketua RW yang telah menjadi Ketua kelembagaan.

Ia melanjutkan, kesepakatan bersama di tingkat kelurahan, bahwa Ketua LPMK tidak boleh rangkap jabatan sebagai ketua RW. Hal ini merujuk dalam Perda No. 12 tahun 2002 tentang Pedoman Pembinaan LPMK, RT dan RW, khususnya dalam pasal 13, 14 dan 15. Selain itu, beberapa pertimbangan, antara lain, agar tugas dan fungsi LPMK tidak tumpang tindih dengan RW/RT, pertimbangan hubungan kerja kelembagaan, dan konflik kepentingan dalam menyusun perencanaan pembangunan.

"Warga perlu bijak dan tahu diri, agar dalam memilih calon Ketua RT maupun Ketua RW tidak memilih calon yang telah menjadi ketua di kelembagaan tingkat kelurahan, kemantren maupun Kota Yogyakarta. Kita memberi kesempatan kepada warga lain", tegas Didik.

Pelaksanaan pemilihan Ketua RT dan Ketua RW akan dilaksanakan secara serentak pada Minggu (31/10/2021) dimulai jam 08.00-10.00 WIB. Lokasi pemilihan Ketua RT 74, berada di balai RW 24. Sedangkan pemilihan Ketua RT 75 berada di Pendopo Brojo Watjono dan RT 76 berada di balai RT 76.

Lebih lanjut, Didik menyampaikan, setiap warga yang telah berumur minimal 17 tahun atau telah menikah, memiliki hak suara, untuk memilih Ketua RT dan Ketua RW. Setiap warga RT yang hadir di lokasi pemilihan di setiap RT, akan diberi kartu suara untuk memilih Ketua RT dan Ketua RW. Kemudian kartu suara tersebut dimasukkan dalam kotak yang telah tersedia.

Perhitungan suara untuk Ketua RT, dilakukan di masing-masing lokasi pemilihan RT. Sedangkan kartu suara untuk Ketua RW diserahkan kepada panitia RW di balai  RW, yang kemudian dihitung oleh panitia pemilihan RW.

"Proses pemilihan dengan drive thru, dimaksudkan sebagai edukasi bagi seluruh warga, tidak hanya belajar memilih sesuai hati nuraninya, namun juga menjaga kebersamaan. Selain itu, hasil pemilihan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama", kata Didik.

Pengesahan pemilihan, sebagai langkah terakhir dalam proses pemilihan yaitu pengumuman hasil pemilihan, penandatanganan berita acara. Disamping,  penyusunan pengurus RT maupun RW. yang terdiri dari Sekretaris, Bendahara dan beberapa seksi sesuai dengan kebutuhan. (KangRozaq)

#WirogunanSemarak
#RW24MergangsanKidul

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 13
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 3
    Komentar

    Pengajian anak anak