Pemakaman Khusus Covid-19 di SulSel, sudah mulai "Over Capacity"

8 0 220
Gambar untuk Pemakaman Khusus Covid-19 di SulSel, sudah mulai "Over Capacity"
Lahan pemakaman khusus jenazah COVID-19 di SulSel, yang berlokasi di daerah Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai "over Capacity".

Dalam wawancara beberapa waktu yang lalu oleh media lokal, juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Gowa, dr. Gaffar, menyebutkan, bahwa sampai akhir bulan Mei 2021, sudah ada 1.003 jenazah yang dimakamkan di pemakaman khusus Macanda, dengan rincian 598 jenazah laki-laki dan 405 jenazah perempuan.

Walaupun, belum ada statement resmi dari provinsi bahwa penuh. Kalau melihat kondisi memang lebih 1.000," kata Gaffar, yang beliau sampaikan melalui konfirmasi media lokal, menjawab fakta di lapangan, sudah "over Capacity", pemakaman Covid-19.

Bahkan, Makam sudah sampai ke pinggir jalan
Nisan pada makam korban Covid-19 di Macanda, yang pada umumnya tidak bertuliskan nama. Hanya ada kode yang menunjukkan identitas jasad yang dikubur".

Meski tak mengetahui persis kapasitas pemakaman tersebut, namun dr. Gaffar mengaku, makam sudah sampai ke pinggir jalan karena terbatasnya lahan. Padahal, lanjutnya, salah satu syarat untuk pemakaman yaitu 100 - 150 meter dari pemukiman warga terdekat di lokasi.

Meski begitu, dia mengaku sudah tidak banyak jenazah yang dimakamkan di Macanda belakangan ini, karena tidak diwajibkan lagi, bagi keluarga yang ingin memakamkan di makam keluarga atau di kampung halamannya, diperbolehkan, dengan syarat tetap menerapkan Prokes saat pemakaman berlangsung.

"Terakhir untuk Gowa sendiri itu ada jenazah yang dimakamkan di kampung halamannya mereka, di Paccinongan. Mekanisme satgas tidak mesti harus (dimakamkan di Macanda), kecuali kalau tidak ada komunikasi dengan satgas, anggota keluarga atau apa maka mereka dimakamkan di Macanda," katanya.

Kemudian dari data, menunjukkan bahwa Kasus meninggal dunia akibat Covid-19 semakin berkurang, walau disisi lain terjadi peningkatan keterpaparan baru, pada cluster yang berbeda, dan jenis varian baru, dan kondisi saat ini, kasus covid-19 di Kota Makassar terus naik, pertanggal 17 Juli, masuk lagi kedalam kategori zona merah

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari menambahkan, hadirnya pemakaman khusus Macanda menyusul adanya penolakan dari masyarakat. Di awal masa pandemik, beberapa kasus penolakan terhadap jenazah Covid-19 memang pernah terjadi di Makassar.

"Kan Macanda sebenarnya ini dihadirkan dulu karena adanya penolakan warga. Sekarang kita belum ada rencana untuk ada lokasi baru. Tapi kan kalau ada yang meninggal, sepanjang itu tidak ada penolakan kan bisa di tempat pemakaman umum," imbau Ichsan.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman masih mempertimbangkan untuk penambahan lahan. Sebab jenazah Covid-19 kini tidak lagi harus dimakamkan di Macanda melainkan di daerah masing-masing. Meski begitu, dia mengaku pemprov punya banyak lahan.

Menurut praktisi kebijakan publik, Nawir Sikki, menyampaikan bahwa apapun kebijakan yang akan diambil, baik oleh Pemprov maupun Pemda Gowa dan Pemda daerah lainnya, yang utama adalah bagaimana hadir dan memberikan kepastian akan adanya pelayanan makam yang tersedia segera.

Hal tersebut urgen dipastikan, agar keluarga yang mengalami musibah, memiliki pilihan dan kemudahan untuk pemakaman yang tepat bagi anggota keluarganya, yang meninggal karena kasus Covid-19, sekaligus kehadiran pemerintah sungguh-sungguh dirasakan di tengah musibah yang dialami warganya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Lowongan CPNS Kemkominfo RI 2021


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 3
    Komentar

    Sehat dengan SAMILAKOR

  4. 2
    Komentar