Pelatihan PPRG Kabupaten Gunungkidul

1 0 95
Gambar untuk Pelatihan PPRG Kabupaten Gunungkidul
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Gunungkidul mengikuti Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsive Gender (PPRG) dalam Perubahan Iklim di Kabupaten Gunungkidul.

Pelatihan ini dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, DP3AKBPMD Kab. Gunungkidul dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia. Pelatihan diikuti oleh Sub bagian/ perencanaan OPD di Kab. Gunungkidul serta berlangsung hingga Rabu (14/8).

Kepala DP3AKBPM&D Kab. Gunungkidul, Sujoko, S.Sos, M.Si pada saat memberikan materi serta membukaan pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dalam perubahan Iklim di Kabupaten Gunungkidul pada hari Senin (12/8).

Dikatakan lebih lanjut oleh Sujoko, S. Si, M. Si bahwa harapanya dari kegiatan pelatihan ini adalah bisa menghasilkan analisis gender yaitu Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) untuk program/kegiatan terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Hadir sebagai narasumber pada kesempatan ini adalah Adam Bekti Nugroho, Kabid Kesetaraan Gender dalam IPTEK, Deputi PUG bidang Infrastruktur dan Lingkungan, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK Republik Indonesia), Ir. Tommy Herwanto, MP (Kepala Bappeda Kab. Malang) dan Sri Suhartantao, S. IP, M. Si (Kepala Bappeda Kab. Gunungkidul) dan Rina Juwianty, Direktur Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia.

Kabupaten Gunungkidul sendiri telah berupaya mendorong Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) terlihat dari dibentuknya kelembagaan PUG seperti Pokja PUG dan Focal Point Gender.

Perempuan terutama di masyarakat miskin paling rentan terhadap berbagai bencana yang disebabkan oleh naiknya permukaan dan suhu laut, serta kekeringan antara lain karena minimnya akses informasi, pengetahuan dan mobilitas. Kelangkaan Air di daerah pedesaan pada saat ini membuat kaum perempuan harus berjalan jauh atau mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapat air bagi keluarganya dengan resiko kesehatan dan kehilangan waktu. Ditambah lagi sampah dan limbah rumahtangga baik berupa padat maupun cair yang tidak terkelola baik akan memberi masalah kesehatan bagi perempuan dan anak-anak di rumah sehingga Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam upaya-upaya untuk mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim perlu dilakukan secara sistematis dengan memahami perbedaan dampaknya pada perempuan maupun potensi perempuan mengatasinya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Pentingkah Pendampingan Belajar Pada Anak

    Sasa Rahayu Safitri  di  Andong, Boyolali  |  21 Feb 2021
  2. Warga RT 001, RT 002 Dan 008, RW 01 Kelurahan Kebon Pala Mengevakuasi Kendaraan

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Makasar, Jakarta Timur  |  20 Feb 2021
  3. Cuaca Ekstrem Melanda, Waspada Pohon Tumbang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Bogor Kota  |  21 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    Open Recruitment Relawan Ramadhan BAZNAS 2021

    Hendrikus M  di  Jakarta Pusat  |  15 Feb 2021
  2. 3
    Komentar

    KEBUN PEMULIHAN GRESIK, TEMPAT EDUKASI PEMBELAJARAN ANAK TENTANG LINGKUNGAN

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  14 Feb 2021
  3. 3
    Komentar

    Kades Pantai Bahagia Tak Inginkan Bantuan Paket Sembako Pada Pasca Banjir

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Muara Gembong, Bekasi Kabupaten  |  15 Feb 2021
  4. 2
    Komentar

    Pembinaan PDA Garut

    Suryana Mahmud  di  Garut Kota, Garut  |  17 Feb 2021