Pekarangan Ditanam Jagung, Wakil Bupati Gunungkidul Panen Bersama Petani

5 0 251
Gambar untuk Pekarangan Ditanam Jagung, Wakil Bupati Gunungkidul Panen Bersama Petani
Pekarangan Ditanam Jagung, Wakil Bupati Gunungkidul Panen Bersama Petani

Wakil Bupati Gunungkidul Imawan Wahyudi mengatakan bahwa warga Gunungkidul harus mulai memikirkan bagaimana mengantisipasi dampak COVID-19 ke depan yaitu dengan memanfaatkan peluang-peluang dan potensi yang dimiliki warga Gunungkidul, seperti potensi pertanian untuk harus terus dikembangkan. "Saat ini kondisi di Gunungkidul tinggal satu orang yang masih dirawat positif COVID-19, sehingga diharapkan seluruh warga mulai memikirkan antisipasi dampak COVID-19 agar Gunungkidul bisa melewatinya dengan aman," ujarnya.

Imawan menilai sektor pertanian paling tangguh di tengah situasi pandemi COVID-19, dibuktikan hari ini, masyarakat Dusun Bleberan bisa panen jagung hibrida di pekarangan dengan hasil yang menggembirakan. Demikian sambutan Wakil Bupati Gunungkidul dalam panen raya jagung hibrida di pekarangan warga Bleberan.

Sumaryarto Kepala Dusun Bleberan sekaligus mewakili poktan Tegalsari melaporkan bahwa pertanaman jagung di pekarangan Dusun Bleberan mencapai 15 Ha ditanami jagung monokultur. Jika satu Desa Bleberan bisa mencapai 100 Ha. Hasil ubinan dicapai 6,2 ton per Ha pipil kering. Hasil yang sangat menggembirakan. Poktan berharap kedepannya difasilitasi infrastruktur air untuk lebih memajukan poktan dan pemuda taninya, karena ingin mengintensifkan pertanian antara lain sayuran dan padi sawah.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bambang Wisnu Broto sangat mengapresiasi upaya poktan Tegalsari dengan intensifikasi pekarangan menanam jagung hibrida.

"Hasilnya cukup baik dicapai 6,2 ton per hektar. Jika harga jagung Rp 3.500,- per kg maka setiap satu hektar akan didapat Rp.21,7 juta per ha," sebutnya.

Saat ini panen jagung hibrida di pekarangan poktan Tegalsari merupakan panen perdana di musim kedua 2020. Total pertanaman jagung di musim kedua mencapai 6.056 ha.

Bambang Wisnu berharap pemuda tani Tegalsari bisa memajukan pertanian desanya, bisa meneruskan cita cita modernisasi pertanian, karena pertanian di Gunungkidul menjadi tumpuan untuk kedepannya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi mengatakan mengapresiasi upaya Kabupaten Gunungkidul yang memanfaatkan potensi pekarangan untuk ditanami. 

"Sesuai arahan Bapak Mentan SYL bahwa kita harus jeli melihat peluang potensi yang ada. Jagung ini juga termasuk yang harus kita manfaatkan potensinya untuk bisa ditanam di lahan terbatas, pekarangan misalnya. Apalagi di wilayah Gunung Kidul ini kan tipikal lahan keringnya sesuai untuk tanam jagung," sebutnya. 

Disamping itu, Suwandi juga menerangkan rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini sekitar 6,4 ton/ha.
Kementan menargetkan produktivitas naik menjadi 8-9 ton/ha. Tercukupinya kebutuhan jagung juga akan semakin menjauhkan Indonesia dari keran impor jagung yang merugikan petani.

"Dengan pola tanam jagung mengikuti pola tanam yang dilakukan pada komoditas padi secara terus menerus maka musim panen bisa juga terus berlanjut sepanjang tahun seperti halnya di Gunungkidul ini," tukas Suwandi.


Sumber :

@Ditjentanamanpangan

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar