Pattiro Serang Lakukan Assesment

1 0 231
Gambar untuk Pattiro Serang Lakukan Assesment
Pattiro Serang melakukan assesment dampak tsunami di wilayah Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Itu dilakukan untuk mendalami dampak bencana alam 2018.

Direktur Pattiro Serang Bahrul Alam mengatakan, assesment dilakukan didua desa yakni Desa Pasauran dan Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. “Dua desa itu berdekatan langsung dengan pantai,” ujar Bahrul, Selasa (20/08/2019).

Dikatakan Bahrul, assesment tidak hanya melakukan dialog langsung dengan warga dan aparat desa. Namun juga kesekolah yang berdekatan langsung dengan pantai. Seperti SDN Pasauruan 2 dan 1.
Bahrul menyimpulkan dari hasil assesment tersebut, bencana alam yang terjadi pada 2018 lalu ternyata masih menyisakan masalah dimasyarakat yang dekat dengan daerah pantai. Seperti di wilayah Cinangka, Kabupaten Serang. Warga di daerah tersebut masih trauma.

Sebagaimana informasi yang didapat dari pegawai Desa Umbul Tanjung Juned. Ketika merasakan gempa bumi berkekuatan kecil langsung berlarian untuk mengungsikan diri. “Karna memang masih merasa hawatir, takut, mendengar gemuruh aja takut,” katanya.

Artinya menurut Bahrul, warga di sekitar pantai masih membutuhkan bantuan berupa pemulihan mental dengan melakukan pendampingan langsung ke warga. Tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai kebencanaan, tetapi juga edukasi dalam menyelamatkan diri saat bencana alam datang.

“Seperti membuat jalur evakuasi, kemana warga harus menyelematkan diri saat bencana datang. Nah ini yang perlu diberikan pada warga supaya tidak ada korban jiwa akibat bencana alam,” katanya.

Tidak hanya pada waga, tetapi juga siswa-siswa SD yang dekat dengan pantai. “Harus diberikan bekal, pemahaman, pendidikan mengenai kebencanaan. Paling tidak disekolah menyediakan jalur khusus untuk menyelamatkan siswanya ke tempat yang aman,” katanya.

Sementara dari sisi ekonomi lanjut Bahrul, meski terbilang aktivitas warga sudah kembali seperti biasa. Namun, dampak tsunami 2018 masih dirasa menganggu pendapatan warga. Sebab, disaat ada gempa berskala kecil, daerah pantai beberapa hari kemudian sepi.

Sehingga, warga setempat mata pencahariannya mengandalkan dari hasil jualan, pendapatannya menurun. “Gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, meski berskala kecil, itu berdampak. Pantai sepi penungjung selama beberapa hari. Otomtasi pendapatan warga berkurang,” katanya.

Diakhir pembicarannya, Bahrul menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut membutuhkan konsep yang tepat sasaran. Salah satunya untuk memulihkan mental warga setmpat. “Trauma atas terjadinya tsunami harus hilang, agar warga bisa hidup nyaman,” katanya

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Pentingkah Pendampingan Belajar Pada Anak

    Sasa Rahayu Safitri  di  Andong, Boyolali  |  21 Feb 2021
  2. Warga RT 001, RT 002 Dan 008, RW 01 Kelurahan Kebon Pala Mengevakuasi Kendaraan

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Makasar, Jakarta Timur  |  20 Feb 2021
  3. Cuaca Ekstrem Melanda, Waspada Pohon Tumbang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Bogor Kota  |  21 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    Open Recruitment Relawan Ramadhan BAZNAS 2021

    Hendrikus M  di  Jakarta Pusat  |  15 Feb 2021
  2. 3
    Komentar

    KEBUN PEMULIHAN GRESIK, TEMPAT EDUKASI PEMBELAJARAN ANAK TENTANG LINGKUNGAN

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  14 Feb 2021
  3. 3
    Komentar

    Kades Pantai Bahagia Tak Inginkan Bantuan Paket Sembako Pada Pasca Banjir

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Muara Gembong, Bekasi Kabupaten  |  15 Feb 2021
  4. 2
    Komentar

    Kemantren Mergangsan Berupaya Tertibkan PKL Sepanjang Jl. Taman Siswa

    Emma Dewi  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Feb 2021