Panen Jagung Hibrida, Petani Keluhkan Produksi Turun Dampak DAS Rongkong

2 0 72
Gambar untuk Panen Jagung Hibrida, Petani Keluhkan Produksi Turun Dampak DAS Rongkong
Luwu Utara --- Penyuluh petanian lapangan (PPL) tenaga harian lepas Kecamatan Malangke Barat, Haerul meninjau petani jagung binaan Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) Kementan yang sedang melakukan panen jagung di kebun anggota kelompok tani Karya Melati, Fadil Desa Pembuniang, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (27/2/2021) pukul 15.30 wita.

Dalam kunjungan Herul di kebun petani komoditi jagung didampingi fasilitator desa (FD), Kadding, untuk mengetahui produksi jagung apakah terjadi peningkatan atau tidak.

Herul menjumpai Fadil pemilik kebun jagung bersama buruh tani sambil berdiskusi soal jumlah bibit yang dia tanam diatas lahan 1 hektar.

Sementara Fadil, menjelaskan bahwa dirinya menanam bibit jagung sebanyak 13 Kg dengan varietas unggul diatas lahan 1 hektar. Jagung ini ditanam sejak bulan oktober 2020, dan saat ini kami panen.

Hanya saja Kata Fadil, Produksi jagung turun saat ini, karena sejak ditanam tiga kali tergenang air banjir dampak DAS Rongkong.

"Saya prediksi produksi jagung ini hanya 2 ton, turun bila dibandingkan produksi musim sebelumnya mencapai 5 ton saat tidak tergenang air banjir, "imbuhnya.

Ditanya berapa harga jagung pipil saat ini, fadil jelaskan bahwa harga jagung pipil persatu kilogram seharga 3.450 rupiah, "singkatnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Workshop Disabilitas Jember


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar
  2. 8
    Komentar

    BEMETENG Punya Acara Hari Ini

  3. 5
    Komentar

    Workshop Disabilitas Jember

  4. 3
    Komentar

    Driver Delivery