Paguyuban Gema Nusa Dibentuk, Bantu Tingkatkan Layanan Puskesmas Ramah Disabilitas di Kedungwuni

Gambar untuk Paguyuban Gema Nusa Dibentuk, Bantu Tingkatkan Layanan Puskesmas Ramah Disabilitas di Kedungwuni
KEDUNGWUNI - Puskesmas merupakan garda terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat serta memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat.

Kemudian sebagai fungsinya terutama pelayanan kesehatan dibutuhkan standar pelayanan yang sama tanpa terkecuali kepada warga penyandang disabilitas.

Berkaitan dengan hal tersebut USAID MADANI melalui program Piloting dan Modeling Puskesmas Ramah Disabilitas di dua puskesmas di Kabupaten Pekalongan memfasilitasi pembentukan Forum Stakeholder di dua kecamatan Yakni di Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan karanganyar.


Pembentukan Forum Stakeholder tingkat Kecamatan merupakan salah satu bentuk solusi lokal dan sekaligus sebagai wadah representasi masyarakat sipil dalam mengawal dan membantu peningkatan kualitas Layanan Puskesmas Ramah Disablitas.

Sebelumnya telah terbentuk forum stakeholder di di Aula Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan pada Rabu 10 November 2021 sedangkan di Kecamatan Kedungwuni dilaksanakan pada Rabu 17 November 2021, yang hadir terdiri dari unsur Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, perwakilan OMS, perwakilan Disabilitas, PKK, dan unsur Pemuda.

Seperti kegiatan sebelumnya, acara tersebut juga diselenggarakan “Diskusi Bedah Layanan Kesehatan Disabilitas di Puskesmas” dengan menghadirkan Narasumber Nono Jamiarno, SST selaku Plt Kepala Puskesmas Kedungwuni serta Ika Nella perwakilan dari Forum SERASI yang juga pengelola Sekolah Alam, sebuah Sekolah Inklusive untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus.


Diantara hasil diskusi tersebut adalah bahwa di Pekalongan sudah ada Perda No 2 tahun 2020 yang mengatur hak-hak penyandang Disabilitas yang memberikan kesempatan hak yang sama bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak-hak dasar seperti hak Pendidikan dan juga hak Kesehatan.

Untuk itu Puskesmas Karanganyar dan Kedungwuni I berkomitmen mengalokasikan sejumlah anggarannya dalam pemenuhan sarana layanan disabilitas, diantaranya untuk pengadaan toilet duduk , mempermudah akses jalan di lingkungan Puskesmas, dan juga akses komunikasi.

Selain itu, dengan adanya pembentukan Forum Stakeholder mampu mendorong private sector di sekitar wilayah Piloting Puskesmas Ramah Disabilitas untuk membantu program tersebut, seperti yang telah dilakukan BRI Kota Pekalongan menghibahkan sejumlah alat bantu disabilitas kepada dua Puskesmas Piloting.


Diakhir acara peserta diskusi sepakat membentuk kelompok Paguyuban Gema Nusa yang merupakan akronim dari Gerakan Masyarakat Menuju Sehat Sejahtera.

Paguyuban tersebut diketuai oleh Hj. Munafah (unsur Muslimat NU Kecamatan), Wakil Ketua Rizal Nurghono (TKSK Kecamatan), dan Sekretaris Murtadho (GP Anshor), sedangkan untuk peserta lainnya sebagai anggota.*

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. MALEAN SAMPI

  2. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)

  3. Dewata Kite Festival (Festival Layang-layang Pulau Dewata)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar

    RTAR VII PMII Fak.Tarbiyah Lahirkan Nakhoda Baru