OMS Gelar Ngobras Virtual Nasib Ibu Hamil Brebes di Tengah Pandemi

3 0 378
Gambar untuk OMS Gelar Ngobras Virtual Nasib Ibu Hamil Brebes di Tengah Pandemi
Brebes – Masa Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Brebes jawa tengah. Tapi semua itu tak mempengaruhi para aktivis, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), forum-forum, perkumpulan dan organisasi masyarakat lainnya, untuk tetap memperhatikan lingkungannya. Inovasipun dilakukan dalam mencari solusi pemecahan permasalahan masyarakat. Pertemuan yang biasanya secara tatap muka kini berubah menjadi daring (Dalam Jaringan). Maka inisiasi kegiatan terkait pertemuan dilakukan oleh Forum Masyarakat Madani (FMM) dan Yayasan Eska Unggul Indonesia mengadakan kegiatan Ngobrol santai dan Silahturahmi (Ngobras) dengan Tema Nasib Ibu Hamil di Tengah Pendemi, menggunakan aplikasi Microsoft Team, Sabtu (18/7).

Kegiatan tersebut menghadirkan elemen masyarakat, organisasi, dan LSM/CSO. Salah satu pengurus Yayasan Eska Unggul Indonesia dan FMM Kalimi mengatakan, sekarang pemerintah sibuk memikirkan pandemi Covid-19 yang belum jumlah kematian di Kabupaten Brebes sangat sedikit sekali, dibandingkan Angka Kematian Ibu (AKI) yang sangat tinggi.
“Kita jangan sampai terlena hanya mengurusi masalah Covid-19 tapi lupa pada persoalan yang sebenarnya terjadi di Kabupaten Brebes. Kita masih menduduki AKI tertinggi di Jawa tengah dengan jumlah AKI per Juli 2020 adalah 32. Ini angka yang sangat fantastis, mengingatkan kita pada 2016 dengan jumlah AKI 54 orang pada akhir tahun dan 32 pada pertengahan tahun,” kata Kalimi.

Masih menurut Kalimi AKI di Kabupaten Brebes terjadi karena system rujukan yang berjalan kurang maksimal, masih banyaknya masyarakat yang belum tahu tanda bahaya kehamilan, dan masih ada oknum pihak fasilitas kesehatan yang kurang memuaskan dalam memberikan pelayanan, serta pihak pemerintah daerah yang terkesan santai dalam menanggapi hal tersebut.

Mulfa’atun salah satu pengurus Forum Kesehatan Desa (FKD) Banjaranyar dan merupakan Ketua Bakpia (Banjaranyar Peduli Ibu dan Anak) menceritakan pengalamannya menjadi orang yang konsen memperhatikan kondisi Ibu dan anak di daerahnya. “Bahwa masalah penurunan AKI tidak bisa dilaksanakn oleh satu atau dua pihak saja, tapi semua harus terlibat karena penyelesaian ada pada semua bidang, maka perlu dilakukan langkah Holistik Integratif,” kata Mulfa’atun.

Kegiatan tersebut menghasilkan rekomendasi diantaranya untuk Dinas Kesehatan : Perbaikan system rujukan di faskes, Perjanjian Kerjasama di desak segera selesai dan disosialisasikan, Mendesak AMP 100 % kasus bumil , dan rekomendasinya di tindaklanjuti melalui pertemuan stakeholder, Penerapan reward and punishment bagi faskes berprestasi dan under performance, SE tentang tata laksana PEB perlu di refresh mengingat study tentang mitigasi kasus PEB(rekomendasi dr sigit SPOG), SIJARI EMAS perlu di revitalisasi ulang untuk mendukung penguatan system rujukan, Membaca dan mengisi BUKU KIA berupa kebijakan secara tertulis. Untuk Dinpermades : Monitoring penggunaaan Dana Desa untuk kegiatan layanan dasar dan pemberdayaan. Rekomendasi Kepada Bupati Brebes adalah menyampaikan dukungan FMM ke Dinas Kesehatan dan Dinpermades terkait rekomendasi pertemuan hari ini. Kontributor Herwanto Eska Unggul Indonesia

#wargalawancovid19

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar