Muslimat Ajak OMS Berperan Dalam Perbaiki Pelayanan Puskesmas

Gambar untuk Muslimat Ajak OMS Berperan Dalam Perbaiki Pelayanan Puskesmas
Pekalongan - Dalam rangka ikut berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan sebagai bagian dalam publik di Kabupaten pekalongan, Muslimat NU Kabupaten Pekalongan mengadakan Diskusi Publik dengan tema Peran OMS Dalam Memperbaiki Pelayanan Puskesmas di Kabupaten Kamis (27/8) di Rumah Makan Tengkleng Pekajangan . Acara tersebut dihadiri oleh 11 Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang ada di Kabupaten Pekalongan yakni PCNU Kabupaten Pekalongan beserta dua Lembaga Badan Otonomnya, PD Muhammadiyah, Aisyiyah Kabupaten pekalongan, Forum Masyarakat Madani, LSM Serikat PEKKA, LSM Gema Setia, LSM Tirai, Tim Penggerak PKK dan Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Pekalongan.

Menurut Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Sumarwati kegiatan ini bertujuan melakukan identifikasi masalah-masalah yang muncul dalam layanan Puskesmas serta memberikan pemahaman bersama kepada seluruh peserta diskusi tentang peran penting dan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap layanan Puskesmas. “ Kami juga menghadirkan dua narasumber dari LSM Tirai Much Mustadjirin dan dari Pengurus Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Masnunah” Ujarnya. Dalam diskusi tersebut hampir semua peserta ikut mencurahkan pendapatnya dan berbagi pengalaman mengenahi pelayanan yang ada di Puskesmas, seperti yang disampaikan Srihatun dari Forum Masyarakat Madani (FMM) Kabupaten Pekalongan berbagi pengalaman mengenahi lembaganya dalam mendampingi ibu – ibu hamil beresiko tinggi dan dari golongan sangat tidak mampu untuk diberi santunan persiapan melahirkan, karena paska melahirkan membutuhkan biaya besar untuk keperluan perlengkapan bayi, meskipun proses persalinan dan pengobatan gratis dari pihak Puskesmas. Kemudian lanjut Sumarwati menambahkan bahwa kegiatan diskusi publik ini terselenggara berkat dukungan dari FHI360 program Usaid Madani.

Sementara itu Farid Husni selaku koordinator lapangan program Madani di Kabupaten Pekalongan mengatakan diskusi publik ini merupakan langkah awal pembentukan simpul belajar yang akan menjadi ruang bagi CSO dan stakeholder lainnya untuk berjejaring, belajar dan berbagi pengetahuan, issue dialog hal yang spesifik, menanggapi dan membangun aliansi. “Muslimat NU Kabupaten sebagai Mitra Utama (Lead Partner) merupakan penggerak kegiatan forum belajar sekaligus menjadi sekretariat bersama serta mendukung pendanaan kegiatan dengan rencana kerja yang telah disetujui oleh USAID-Madani ”, terangnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar