Menuju Kerja Kolaboratif Pemda dan CSO

2 0 317
Gambar untuk Menuju Kerja Kolaboratif Pemda dan CSO
Menindaklanjuti pertemuan sebelumnya pada Rabu (13/1/2021) tentang Collaborative Governance dalam penyusunan RPJMD Pangkep. Rekomendasi yang disepakati di pertemuan awal itu mendapat respons dari Sekda Pangkep yang kemudian memfasilitasi pertemuan sepekan kemudian, tepatnya Selasa (19/1/2021).

Bertempat di ruang pertemuan Sekretaris Daerah di lantai dua Kantor Pemda Pangkep, hadir sejumlah perwakilan OPD yang terlibat pembicaraan intens menyangkut fokus isu yang tengah dibicarakan yakni RPJMD. Setelah dibuka oleh Sekda Pangkep, Irdas SH MSi, arah forum bertajuk Dialog Collaborative Governance ini selanjutnya dipandu oleh Abd Gaffar, Kepala Bappeda Pangkep.

Nawir Sikki, FC USAID Madani Sulsel, menerangkan kembali program Madani dan perkembangan yang telah dicapai. Melalui presentasi yang disajikan menjelaskan jika program USAID Madani, sederhananya merupakan program dukungan inisiatif kepada CSO untuk meningkatkan kapasitas, legitimasi, dan berkelanjutan sehingga terbangun akuntabilitas dengan pemerintah dan lahirnya toleransi masyarakat.

Sekaitan dengan itu, Rosnianty Azis, Direktur Eksekutif Yasmib Sulawesi yang merupakan CSO mitra utama Madani di Pangkep memaparkan lahirnya koalisi CSO lokal di Pangkep yang telah terbentuk ke dalam Simpul Belajar Mabaca. Dalam slide yang ditampilkan–disebutkan kalau di simpul belajar terdapat tujuh CSO yakni: KKDP yang sebelumnya menjadi mitra CSO lokal Yasmib digantikan dengan Lembaga Demokrasi Celebes (LDC) mengingat proses legalitas kelembagaan yang harus dipenuhi dalam melanjutkan kemitraan utama dengan USAID Madani ke depan. Selanjutnya ada PD Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, LP2A, GP Ansor, KSM Amanah, dan Semut Indonesia.

Lebih lanjut, DE Yasmib Sulawesi mengungkapkan kegiatan yang telah dilalui dan akan berlanjut meliputi: penilaian kapasitas, rencana aksi pengembangan kapasitas organisasi, penguatan organisasi, simpul belajar, rencana aksi tematik, survei umpan balik masyarakat, pemeteaan sumber daya CSO, dan rancangan rencana kerja tahun kedua. “Bekal inilah yang dilalui CSO dalam SB Mabaca sehingga ke depan menjadi pengawal kebijakan pembangunan di Pangkep,” terang Rosniaty Azis.

Secara bergantian perwakilan OPD yang lain seperti Bappeda, Disdukcapil, Dalduk KB, Kabid Sosial, Kabid Pemberdayaan Perempuan, Kabag Kesbangpol, dan Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa memberikan masukan dan pendapat terkait proses penyusunan RPJMD selain pembahasan pembentukan kelompok kerja (Pokja) Collaborative Governance.

Pada kesempatan ini pula, A Ridzal, Kasubid Perencanaan Makro Bappeda menjelaskan mendetail asumsi makro RPJMD. “Secara makro dapat dilihat jika pola penyusunan RPJMD Pangkep ini sudah memiliki relasi dengan RPJMN 2020-2024 dan RPJMD Sulawesi Selatan 2018-2023,” paparnya.

Nahjar, Kasubid Perencanaan Pembiayaan dan Kerjasama Bappeda Pangkep. Menyampaikan kalau ada tahapan yang perlu dikerjakan dengan pelibatan lintas sektor, termasuk keterlibatan CSO. Peluang ini kemudian langsung ditindaklanjuti dengan pelibatan SB Mabaca dalam agenda Musrenbang di 38 Keluarahan yang rencananya digelar secara virtual.

Bappeda Pangkep memerlukan pendampingan langsung di kelurahan dalam mengupayakan adaptasi baru di tengah Pandemi Covid-19. “Jika tidak dimulai dan dibiasakan mulai sekarang, maka kita akan tertinggal mengingat saat ini sudah era teknologi 4.0,” ujar Abdul Gaffar. Merespons kerja kolaborarif yang ditawarkan Bappeda, Maskur dari GP Ansor, satu dari tiga presidium SB Mabaca mengungkapkan kalau kerja kolaborasi antara Pemda dan CSO menyiratkan asa transparansi publik dalam perancangan pembangunan di Pangkep.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar