Menjadi Cerpenis Yang Piawai

1 0 152
Gambar untuk Menjadi Cerpenis Yang Piawai
Menjadi seorang cerpenis yang piawai, tidak hanya mengandalkan bakat alam. Tetapi cerita pendek yang kita susun harus bisa berkomunikasi dengan pembaca. Seperti kutipan sederhana budayawan Umar Kayam yang acapkali dilontarkan: “Dalam menulis, kowe kuwi arep matur opo? (hendak bicara apa)”.

Ungkapan Umar Kayam itulah yang menggedor kesadaran seorang Indra Tranggono, bahwa suatu cerpen mempunyai gagasan serta ide sosial dan estetik. “Sosial berkaitan dengan dinamika masyarakat. Sementara estetik adalah symbol. Idiom yang mewujud bahasa,” jelas Indra Tranggono dalam workshop penulisan cerpen di Sanggar Jejak Imaji Kotagede, Selasa (10/9). Acara ini diikuti 50 peserta.

Indra Tranggono menambahkan, dunia penulisan cerpen pada hakikatnya adalah dunia keilmuan yang didukung cara pandang visioner, imajinasi, praktik dan teknik.

“Menulis cerpen membutuhkan kerangka berpikir yang logis, metodologi dan membutuhkan riset. Inilah yang dikatakan cerpenis tidak bias mengandalkan bakat alam saja. Tetapi terus berproses dan selalu diolah,” ujarnya.

Sementara moderator dalam workshop tersebut, Wika Wulandari mengungkapkan jika suatu cerpen adalah perekam rasa dan peristiwa.

“Sesuatu yang diarsipkan dalam bentuk cerpen, pasti akan menyentuh kesadaran pembaca dan permainan diksi yang dituturkan si penulis akan membuat si pembaca akan terbuai dan mengikuti alur,” pungkas Wika yang telah menulis buku kumpulan cerpen: Perempuan yang Disunting Gelombang (2017).

Sumber : yogyapos.com

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. SD Negeri Cikandang 02 - Kersana

  2. Lowongan DAILY WORKER JAKARTA


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER JAKARTA

  3. 3
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER BEKASI

  4. 3
    Komentar

    Pergantian Jaga Prajurit Kraton Pakualaman di Jogja