Mengenang Jasa Hiu Kencana

4 0 303
Gambar untuk Mengenang Jasa Hiu Kencana
MENGENANG JASA HIU KENCANA

Weekend yang tidak enak. Kendati kita mengharap mereka dalam keadaan selamat, namun beberapa indikasi kuat membuat kita harus pasrah menerima bahwa kita kehilangan KRI Nanggala 402 dan 53 penumpangnya. Mereka adalah Satria Hiu Kencana.

Meghormati yang gugur, rasanya baik kita kenang jasa armada kapal selam yang sering disebut sebagai Korps Hiu Kencana. Setidaknya ada dua peristiwa besar yang detailnya boleh diungkap dan menggambarkan peran penting armada kapal selam.

Pertama, teater perang perebutan Irian Barat. Tahun 1959 kita untuk pertama kalinya memiliki kapal selam, dimulai dengan dua kapal selam KRI Tjakra (S01) dan KRI Nenggala (S02). Dua tahun kemudian hadir lagi KRI Nagabanda, KRI Nagarangsang, KRI Nendradjala, KRI Alugoro dan pada tahun 1962 hadir KRI Tjandrasa, KRI Widjajadanu, KRI Pasopati, KRI Tjundamani, KRI Trisula dan KRI Bramasta.

Pada Operasi Trikora, kedua belas kapal ini memberikan efek gentar yang luar biasa. Kapal Induk Karel Doorman terpaksa harus sembunyi dan terikat di pelabuhan Hollandia (sekarang Jayapura) karena ngeri dengan pembunuh senyap bawah air milik Indonesia. Kapal selam kelas Whiskey bertenaga diesel yang membawa dengan 6 peluncur torpedo (4 di depan dan 2 di belakang) ini bisa bergerak senyap dan tiba-tiba muncul di belakang atau di depan kapal Belanda dan sekutunya. Mereka paling takut dengan torpedo SAET-50 yang merupakan torpedo mengerikan masa itu. Karena takutnya, untuk menghadapi armada laut Indonesia, Belanda bertumpu pada kapal udara Neptune untuk melakukan patroli udara, dan melakukan deteksi kapal selam dari udara.

Selain menggentarkan, kapal selam kelas Whiskey itu juga menjadi kendaraan bagi penyusupan pasukan. Empat regu RPKAD disusupkan ke berbagai wilayah di sekitar Hollandia. Salah satunya KRI Trisula sehabis mendaratkan pasukan ke Teluk Tanamera di sebelah Barat Holandia terpantau oleh pesawat Neptune yang sedang patroli. Sebuah destroyer Belanda meluncur ke lokasi dan membabi buta melempar bom air ke lokasi Trisula yang sudah melesat di kedalaman 180 m. Bom air meledak di atas Trisula tanpa memberi kerusakan yang berarti. Trisula bergerak ke utara menghindari jangkauan Neptune dan kembali Halmahera. Selain Trisula, Tjandrasa juga berhasil menurunkan pasukan pada kesempatan kedua setelah yang pertama dipergoki Neptune. Nagarangsang balik kanan karena lokasi tidak memungkinkan. Nanggala juga berhasil menyusupkan pasukan komando ke wilayah Papua.

Dalam salah satu "insiden" yang diceritakan oleh pelaku, salah satu kapal selam kita juga membuat kapal selam Belanda harus snorkeling sampai Darwin Australia. Kengerian terhadap armada kapal selam Indonesia membuat Belanda bersedia berunding.

Pilihan operasi penyusupan lewat laut ini dilakukan setelah belajar dari usaha pendaratan pasukan lewat permukaan yang menewaskan Laksamana Yos Sudarso. Kapal torpedo yang dimuati pasukan kepergok Neptune dan dihajar destroyer Belanda. Yos Sudarso memilih gugur karena ingin melindungi kapal lain dan menjadikan dirinya sasaran tembak armada Belanda.

Tak lama dari pertempuran heroik di teater Indonesia Timur, armada kapal selam kita juga melakukan aksi nekat. Menghadang iring-iringan kapal induk milik Inggris saat Indonesia berseteru dengan Malaysia. Lewat operasi bersandi Kentjana 4 kapal selam ditugaskan mencegat armada Inggris. Keempat kapal selam itu adalah KRI Pasopati, KRI Tjandrasa, KRI Alugoro dan KRI Tjundamani. Pasopati dan Tjandrasa menjaga Selat Sunda, Alugoro dan Tjundamani menjaga Selat Lombok. Inggris mungkin menyangka lewat Selat Sunda akan lebih berbahaya. Mereka memilih lewat Selat Lombok. Saat tengah bergerak beriringan, tiba tiba KRI Alugoro muncul di tengah-tengah konvoi. Sontak seluruh armada Inggris kaget. Kalau Indonesia hendak menyerang, kapal induk Inggris itu sudah menemui ajal dan meluncur ke dasar Selat Lombok. Mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa ada kapal selam membayangi mereka di bawah laut.

Selain kedua operasi ini, armada kapal selam kita juga terlibat aktif dalam beberapa operasi besar. Nanggala yang tenggelam ini pernah ikut andil dalam kisah heroik di Blok Ambalat beberapa waktu lalu.

Nanggala dan seluruh armada kapal selam kita memiliki jasa jauh lebih besar dari yang diberitakan dan diketahui orang. Mereka yang memilih jalan untuk berbakti tanpa ingin diketahui.

Selamat jalan satria Hiu Kencana.
Wira Ananta Rudira....

Tak diragukan, engkau terbukti tabah sampai akhir....


Photo : Kapal Selam sedang disiapkan untuk operasi dalam rangka perebutan Irian Barat

Sumber : Dokumentasi Dispen AL

โœ๐Ÿป Penulis :
Arief Gumay
https://fb.com/arief.gumay

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar