Mengenal Lebih Dekat Rumah Adat Lempo Gandeng Yang Ada di Mamuju Tengah

4 0 966
Gambar untuk Mengenal Lebih Dekat Rumah Adat Lempo Gandeng Yang Ada di Mamuju Tengah
Mamuju Tengah merupakan pemekaran dari Kabupaten Mamuju. Mamuju di masa lalu adalah salah satu kerajaan di Mandar/Sulawesi Barat yang bersatu dalam suatu organisasi ketatanegaraan berbentuk federasi yang dinamakan “Pitu Babana Binanga”, kerajaan yang terdapat di muara ini adalah Kerajaan Balanipa, Kerajaan Binuang, Kerajaan Banggae, Kerajaan Sendana, Kerajaan Pamboang, Kerajaan Tappalang, dan Kerajaan Mamuju. Dari kerajaan Mamuju dihadiri oleh raja Mamuju bernama Tamejammeng. Dari keturunan Bangsawan yang diberi gelar Maradika.

Mamuju Tengah resmi berdiri sebagai sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB)
dengan dikeluarkannya undang-undang Nomor 4 Tahun 2013.

Rumah Adat Lempo Gandeng Merupakan Rumah Adat "Masyarakat Adat Budong-Budong" Dari Nama Lempo Gandeng (Bahasa Budong-Budong) Yang Berarti Rumah Bergandengan, dapat dilihat dari sejarah masyarakat adat Budong-Budong Itu sendiri Yang meliputi Tangkou, Topoyo Dan Tobadak.

Dari Bentuk Rumah Adat ini memiliki induk di tengah yang menandakan masyarakat Tangkou, dari kiri dan kanan diapit oleh sayap (Bergandengan) dalam bahasa Budong-Budong Di sebut sebagai Palanto Yang Berarti Topoyo dan Tobadak.

Di rumah adat inilah Setiap Tahunnya di adakan kegiatan adat "MAMOSE" Dengan Maksud Untuk menyatukan Kekuatan Dan kebersamaan Dalam menjalani dan memperjuangkan kesejahteraan Bersama.

Rumah adat "Lempo Gandeng" Terletak Di Dusun Tangkou Desa Tabolang Kecamatan Topoyo kabupaten Mamuju Tengah sekitar 10 kilometer dari pusat Ibu kota kabupaten Mamuju Tengah. Yang bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maulun roda empat dengan durasi waktu 20-30 menit.

Tangkou Merupakan tempat pemukiman pertama Masyarakat Adat Budong-Budong Yang Dipimpin Oleh Seorang Tobarak.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Lowongan DAILY WORKER JAKARTA


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER JAKARTA

  3. 3
    Komentar

    Pergantian Jaga Prajurit Kraton Pakualaman di Jogja

  4. 2
    Komentar