Mendorong Komunitas Diffabel untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dalam Menghadapi Pandemic Covid-19

3 0 133
Gambar untuk Mendorong Komunitas Diffabel untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dalam Menghadapi Pandemic Covid-19
Sampai hari ini pandemic covid-19 sudah menginjak bulan ke-5, Gejolak ekonomi akibat pandemic covidmenjadi momentum bersejarah yang sangat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu dampak pandemi juga menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan bagi siapapun pelaku ekonomi. Gonjang ganjing ekonomi ini sangat dirasakan masyarakat pada level bawah karena permintaan jasa menurun. Hal ini juga disebabkan karena masyarakat melakukan pembatasan, daya beli masyarakat juga menurun yang disebabkan juga karena ekonomi yang mengalami penurunan.
Demikian juga yang terjadi pada komunitas diffabel dimana sebagain besar mereka bekerja serabutan, seperti : bekerja sebagai tukang pijat, jasa layanan servis HP, eletronik, jualan kecil-kecilan dan menjual jasa tenaga bagi yang membutuhkan. Situasi ini sangat dirasakan oleh komunitas diffabel karena usaha mereka sepi terutama pemijat dimana jasa pijat termasuk jasa yang dihindari karena rentan saat pandemi.
Melihat kondisi ini Yayasan Paramitra dan Komite Mata Daerah KOMATDA) Kabupaten Probolinggo berupaya untuk membantu komunitas diffabel (diffabel netra, Daksa, Bisu/tuli) dengan tujuan praktis yang sifatnya karikatif dengan menggalang pengumpulan dana untuk bantuan sembako yang berupa beras, minyak dan telur. Untuk pencegahan dari penularan covid juga diberikan alat pelindung diri berupa masker dan hand sanitizer. Bantuan ini sangat dibutuhkan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Namun demikian upaya untuk mendorong komunitas diffabel untuk berpikir kreatif dan inovatif agar lebih siaga dalam menghadapi bencana dan juga melakukan beberapa upaya antara lain :
• Mendorong kelompok dffabel untuk Bersatu /menghilangkan egosentris masing-masing dengan menginisiasi forum Bersama tingkat Kabupaten. Tujuannya diadakan forum adalah ketika ada persoalan (case : covid), maka mereka akan saling menguatkan tanpa melihat jenis difabelnya. Kelompok ini selain efektif untuk sosialisasi terkait issu covid juga sebagai media sharing informasi, contoh : untuk informasi pelatihan jahit gratis bagi komunitas diffabel dan informasi lain yang sangat dibutuhkan komunitas diffabel.
• Mengadakan pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) untuk ketahanan pangan minimal bagi keluarganya sendiri. Kegiatan ini kerjasama antara KOMATDA, Paramitra dan CSR Kabupaten Probolinggo.
• Mengadakan pelatihan terkait Ketahanan Pangan Sehat dan Peluang Bisnis dengan Diversifikasi Bahan Lokal. Kegiatan ini terselenggara kerjasama antara KOMATDA dengan CSR PT POMI Kabupaten Probolinggo.

Upaya ini dilakukan semata-mata dilandasi rasa kepedulian karena komunitas diffabel juga memiliki hak yang sama dalam akses ekonomi, seperti warga negara pada umumnya. Semoga upaya ini membawa manfaat bagi kawan-kawan diffabel dan terdorong untuk lebih innovatif dan kreatif, keluar dari zona nyaman sehingga siap siaga dalam menghadapi bencana pandemi covid dan bisa juga bencana-bencana yang lain. Adanya inisiasi ini juga sangat diharapkan akan menginspirasi pihak-pihak lain baik pemerintah maupun swasta untuk membangun kepedulian pada komunitas diffabel yang notabene masih terpinggirkan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar