Mendampingi Desa dalam Aksi Melawan Covid-19

22 25 719
Gambar untuk Mendampingi Desa dalam Aksi Melawan Covid-19
Dimulai ketika dikeluarkannya kebijakan Kementerian Desa yang menerbitkan Permendesa PDTT No 6 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendesa PDTT 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 yang ditujuakan untuk mengantisipasi dan menyesuaikan perkembangan wabah Penyebaran Corona Virus Disease 2019 - COVID-19 yang berimbas pada berbagai sendi kehidupan dan pembangunan Desa.
Permendesa PDTT 6 tahun 2020 mengatur ulang kebijakan keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Desa melalui penggunaan Dana Desa sehingga dapat digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin di Desa.
Pada satu sisi kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi desa karena mendapatkan kesempatan untuk merancang skema bantuan langsung yang bersumber dari dana desa untuk masyarakat desa, tetapi pada sisi yang lain pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk mensinkronisasi data-data penerima bantuan dari berbagai instansi pemerintah, maupun lembaga dan kementerian yang juga masuk ke desa. Karena desa pada akhirnya bertanggungjawab penuh juga harus memastikan setiap bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran serta menghindari penerima bantuan ganda.
Dalam perkembangan situasi tersebut, Yayasan sabadesa (baca-sabadesa institute) merasa terpanggil untuk mengambil bagian dalam mengawal realisasi BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa). Salah satu cara yang dilakukan oleh sabadesa yaitu dengan membantu desa agar mampu menfaatkan sistem informasi desa (Website) untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pendistribusian berbagai bantuan khususnya BLT DD.
Khusus desa yang sudah memiliki website, sabadesa melakukan asistensi di desa dengan mengkonsolidasi berbagai data penerima bantuan. Mulai dari menampilkan total DTKS(Data terpadu kesejahteraan sosial) yaitu PKH dan BPNT. Kemudian ditampilkan juga data Non DTKS yaitu masyarakat rentan yang terdampak wabah covid-19 yang dihasilkan melalui pendataan di desa berdasarkan syarat dan kriteria yang sudah di tetapkan.
Pengelompokan data DTKS dan Non-DTKS tersebut dimaksudkan agar penyaluran berbagai bantuan (Selain PKH dan BPNT) dapat benar-benar diterima oleh mereka yang masuk kategori Non-DKTS (Miskin baru) yang terdampak akibat wabah Covid-19. Hasilnya, setiap desa memiliki data pasti berapa banyak serta siapa saja yang membutuhkan bantu jarring pengaman sosial di masa pandemi.
Dari setiap peristiwa tentu akan selalu ada hikmahnya. Pengalaman desa dalam aksi melawan covid-19 ini, memberikan kesadaran kepada pemerintah desa tentang pentingnya mengelola data yang presisi/up to date untuk kepentingan pelayanan serta pemerataan kesejahteraan sosial. Desa juga menyadari betul bahwa berbagai kebijakan pemerintah supra desa pada akhirnya akan bermuara di desa, sehingga desa harus memiliki kemampuan beradaptasi serta menyesuaikan dengan kebijakan yang ada.
Selain itu, dalam menghadapi ancaman wabah dimasa depan desa juga dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang mampu mengolah big data di desa dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence) sehingga desa akan lebih mudah mengambil keputusan dan kebijakan yang sesuai dengan kondisi eksisting desanya.
#WargaLawanCovid19
#MadaniCovid19

  25 Komentar

Tulis komentarmu...

F Wahidin
Tamu
Mantap. SABA DESA INSTITUTE Turun gunung .. Lanjutkan Baktimu untuk Negri Pertiwi
Sugara
Tamu
Sekecil apapun bantuan yang di berikan sangat bermanfaat bagi kami yang terkena dampak langsung dari pandemi covid 19 semoga berkah
Enjeh
Tamu
Sebuah aksi nyata dalam penanganan Covid 19. Dengan segala kemampuan oleh komunitas yg saling membantu dan kerjasamanya akan terus dilakukan.
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar