Mempraktekkan Prinsip Kepublikan Belum Menjadi Tradisi Aparatur

2 0 119
Gambar untuk Mempraktekkan Prinsip Kepublikan Belum Menjadi Tradisi Aparatur
Diskusi tentang metode dan tehnik audit sosial di IDEA Yogya difasilitasi oleh YSKK dan dihadiri mitra Madani di Jateng seperti: Kita Wonosobo, LKTS Boyolali, Muslimat NU Pekalongan, Persepsi Klaten, Eska Unggul Brebes dan Kompip Solo. (22/9/21). Dalam diskusi, terungkap adanya gejala bahwa prinsip kepublikan belum menjadi kesadaran aparatur untuk mempraktekkan. Hal ini terungkap dari dialog selama diskusi yang ditangkap oleh peserta dari Kompip. Bermula dari Nasrah dari Persepsi Klaten yang bertanya,"Bagaimana cara mendekati desa atau kepala desa agar kepala desa mau membukakan desanya untuk kegiatan audit sosial?". Pertanyaan ini menandai ikhwal kesulitan untuk menemukan desa yang terbuka untuk menjadi lokasi audit sosial. Suroto atau yang sering dipanggil Kangsure dari YSKK menjelaskan,"Masih belum mudah untuk menjalankan program audit sosial di desa desa atau kabupaten/ kota. Pengalaman kami, lebih banyak aparat dari berbagai lokasi yang menolak. Beberapa desa yang menerima pada akhirnya diketemukan, tetapi itu lebih karena kedekatan hubungan interpersonal pertemanan."
Merespon diskusi itu, Akbar dari Kompip Solo menyampaikan bahwa seharusnya program audit sosial dan semacamnya ini bisa diterima dengan mudah oleh aparatur entah itu di level desa maupun kota atau kabupaten. Jika banyak aparat masih menolak praktek metode dan tehnik transparansi dan akuntabilitas, itu menandai bahwa negeri ini masih punya masalah besar dengan transparansi dan akuntabilitas. Mempraktekkan prinsip kepublikan rupanya masih jauh dari tradisi aparatur. Demokrasi kita masih punya masalah besar.
Kalau kenyataannya seperti itu lanjut Akbar, gerakan masyarakat sipil butuh melakukan tindakan promotif yang lebih besar. Apa yang telah dicapai oleh IDEA Yogya dalam menjalankan audit sosial ini bagus kalau bisa dikemas untuk promosi yang lebih tinggi. Caranya, dengan memindahkan cara pandang audit sosial sebagai tool menjadi metode. Jika tool adalah alat bantu untuk bekerja di lapangan, metode diarahkan untuk membuktikan bagaimana urusan kepublikan seperti anti korupsi, transparansi dan akuntabilitas sudah atau belum bekerja. Kesulitan mencari lokasi audit sosial adalah bukti nilai kepublikan belum menjadi tradisi aparatur dan birokrasi.
Audit sosial sebagai metode juga berguna untuk memastikan kesejahteraan lebih mendekat kepada warga. Idea Yogya telah menemukan bukti bahwa audit sosial membantu diketemukananya berbagai perencanaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga. Saya respek dengan capaian IDEA dan usul agar capaian ini oleh lembaga dikampanyekan secara lebih luas dan lebih tinggi. Di luar acara, Akbar menambahkan,"Jika sampel lokasi perlu ditambah untuk promosi lebih besar, pilotting audit sosial di kota kota Madani nanti bisa ditambahkan untuk menjadi sampel pendukung." (Tina Dewi-Akb)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar