Membincang Pilkades Pangkep 2021

3 0 272
Gambar untuk Membincang Pilkades Pangkep 2021
Pada Kamis, 4 November lalu telah berlangsung Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di sepuluh kecamatan yang menyasar 27 desa di Pangkep. Dua pekan setelah Pilkades itu, Simpul Belajar MABACA, lembaga yang terbentuk pada 2020 melalui program USAID MADANI di Pangkep dengan isu tematik Kesehatan Ibu dan Bayi Lahir (KIBBL) tersebut merefleksikannya kembali dalam dialog publik.

Dialog bertajuk Refleksi Pilkades Pangkep 2021 yang digelar terbatas di Warkop Bulo-Bulo pada Sabtu, (20/11) dihadiri Dzulfadli SIP, Kabid Pemdes DPMD Pangkep, Prof Dr Anwar Borahima SH MH, Akademisi dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Haniah, Presidium SB MABACA selaku pembicara.

Dialog yang dimulai sekitar pukul dua siang dan berakhir menjelang azan magrib ini dipandu dengan lancar oleh A Bangsawan, Koordiantor Divisi Advokasi SB MABACA.”

“SB MABACA mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran narasumber dan peserta karena telah meluangkan waktu,” ucap A Bangsawan memulai. Selanjutnya Dzulfadli memaparkan banyak hal terkait pelaksanaan Pilkades. Ia tidak menutup kuping jika proses Pilkades banyak menuai kritik dan lemahnya regulasi dalam proses pelaksanaannya.

“Aturan dalam Permendagri, Perda maupun dalam Perbup kami akui belum sampai di tataran masyarakat sebagai partisipan dalam Pilkades. Selanjutnya, di tahapan pelaksanaan seperti DPT, bakal calon dan sebagainya ada hal teknis yang masih perlu perbaikan ke depan,” ungkapnya.

“Tidak ada pesta yang sempurna,” ucap Anwar Borahima memulai pemaparannya. Sebagai professor di bidang hukum dan pernah menjabat Ketua Panwas Kabupaten Pangkep pada Pilkada Tahun 2010, ia memiliki kepiawaian menganalogikan kelemahan regulasi dengan sarkas dan memantik tawa.

“Di mana-mana, pemilihan itu pasti memiliki kelemahan. Kelemahan itu bisa datang dari penyelenggara, peserta dan bisa dari regulasi,” ujarnya. Terkait aturan Perda No 5 dan Perbup No 22 Tahun 2021 yang menjadi landasan pelaksanaan Pilkades di Pangkep, misalnya, “Ini pembuat regulasi terlalu rajin sehingga menyepelekan regulasi yang lebih tinggi,” sentilnya.

Ia memandang jika Permendagri Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa sudah cukup sebagai legal standing sehingga tidak perlu lagi ada Perda dan Perbup.

Fokus dialog ini memang banyak merefleksikan dua regulasi yang sejak awal menuai kritik dan kinerja Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (PPPKD). Hal lain diungkap oleh Haniah yang melihat dua regulasi tersebut tidak terbuka mengakomodasi pelibatan kelompok warga dalam proses Pilkades.

“Bagaimana ceritanya panitia merangkap pengawas. Siapa yang harus diawasi, kok, panitia penyelenggara bertindak sebagai pengawas juga,” ujarnya. Menurut Haniah, DPMD bisa mengambil opsi membuka kerja kolaboratif lintas stakeholder dengan pelibatan OMS, umpamanya.

Samsir Salam S Ag MH, Ketua Bawaslu Pangkep yang menanggapi perbincangan, menggelitik lebih jauh mengenai dua regulasi, khususnya Perda Nomor 5 Tahun 2021. “Ketika saya membaca Perda itu, sempat berpikir kalau ruang akademik telah hilang,”

Rohani, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Pangkep berbicara panjang dari sisi persiapan tahapan. “Karena ini adalah refleksi, kita harus melihat ke belakang mengenai tahapan yang telah dilewati,” ujarnya. Pilkades Pangkep telah dua kali ditunda karena pada 2019 digelar Pemilu dan 2020 dihelat Pilkada.

Nhany, sapaan akrabnya, hendak merefleksiskan kalau penyelenggaraan Pilkades hendaknya belajar banyak dari proses tahapan dua pemilihan sebelumnya. “Tahapan pertama yang harus dimatangkan PPPKD, belajar dari Pilkades 27 desa ini adalah tahapan perencanaan anggaran dan regulasi,” ujarnya kemudian.

Menanggapi refleksi kritis yang telah dipaparkan, Dzulfadli mengungkapkan kalau semua ini upaya dari perbaikan. “Evaluasi regulasi ini akan kami dorong ke DPRD untuk dimasukkan dalam proses legislasi daerah sehingga secara keseluruhan produk hukum yang sudah dilaksanakan dievaluasi,” terangnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar