Melalui Program Madani, Pattiro Banten Bahas Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Tengah Pandemi’

2 0 112
Gambar untuk Melalui Program Madani, Pattiro Banten Bahas Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Tengah Pandemi’
Secara virtual, pada Rabu 29 Juli 2021, Pattiro Banten melalui program madani menggelar diskusi bersama sejumlah organisasi sosial yang ada di wilayah Banten. Kegiatan yang mengusung tema ‘Pelayanan Kesehatan untuk Ibu Hamil di Tengah Pandemi' itu menghadirkan narasumber, yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Hj. Ati Pramudji Hastuti, Ketua Fopkia Kabupaten Tangerang Atif, dan MP Pattiro Banten Titin Mulyani. Turut menyampaikan sambutan Direktur Pattiro Banten Angga Andrias, SFC Ulfi Ulfiah.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Hj. Ati Pramudji Hastuti menjelaskan beberapa poin penting terkait dengan ‘Kondisi pelayanan kesehatan untuk ibu hamil di Provinsi Banten’. Diantaranya mengenai penyebab kematian ibu. Menurutnya kematian ibu lebih tinggi pada ibu yang melakukan persalina secara prematur, melakukan persalinan bukan di Faskes. Ati juga menjelaskan penyebab kematian ibu saat melahirkan berdasarkan data di 3 wilayah studi Banten II pada 2015-2017 bahwa angka tertinggi yaitu akibat pendarahan obstetri 38,3 persen, ak lampsia 19,1 persen.

Masih disampaikan Ati, dalam situasi pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan Provinsi Banten telah mengelaurkan kebijakan terbarunya mengenai teknis pelayanan kesehatan juga beriringan dengan SE Dirjen Kesehatan Masyarakat tentang Pelayanan Gizi Dalam Pandemi Covid 19. Melalui kebijakan tersebut diharapkan kabupaten/kota meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dengan ketersediaan dan distribusi suplementasi pada kelompok rawan, tablet tambah darah tetap diberikan pada ibu hamil, makanan tambahan ibu hamil diberikan pada semua ibu hamil diprioritaskan pada ibu hamil KEK dan memiliki keterbatasan ekonomi dan akses pelayanan kesehatan, makanan tambahan balita diberikan pada semua balita diprioritaskan pada balita yang mengalami gizi kurang dan memiliki keterbatasan ekonomi dan kses pelayanan kesehatan, memastikan ketersediaan Vitamin A untuk pemberian berikutnya pada Bulan Agustus, dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas untuk melaksanakan Pelayanan Kesehatan seperti yang tertuang dalam indikator SPM.

Secara umum, Ati juga menjelaskan banyak poin mengenai langkah-langkah pencegahan Covid-19 pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayu baru lahir. Hal itu dirincikan dalam konsep prinsip umum pencegahan covid-19. Bahkan sudah membuat alur integrasi program dalam menerapkan dan penataan sistem rujukan. Rumah sakit yang dapat menangani SC pasien dengan covid-19 yaitu RSUD Banten, RSDP, RSU Kab Tangerang, RSUD Kota Tangerang, RS Annisa, RS Bhakti Asih, RS Dinda, RS Siloam Kelapa Dua, RSU Tangsel, RSUD Dr.Adjidarmo LEBAK, RS Medika BSD, RS Kencana, RSPI BINTARO JAYA, RS SARI ASIH CIPUTAT, RS Sari Asih Cipondoh, Siloam Hospitals Lippo Village, RS Primaya Tangerang, Mitra Keluarga Gading Serpong, RSUD Balaraja, RS Ciputra Citra Raya, RS Hermina Tangerang.

Narasumber kedua dari Fopkia Kabupaten Tangerang, Atif menyampaikan beberapa poin penting terkait peran lembaga yang dipimpinnya dalam pendampingan ibu hami dimasa pandemi Covid-19. Dalam penyampainnya dirincikan mengenai jumlah kesga yang terkonfirmasi positif Covid-19 khusus wilayah Kabupaten Tangerang tahun 2020 yaitu, ibu hamil 119 orang, Ibu Nifas 20 orang, ibu menyusui 27 orang, bayi umur 0-11 bulan sebanyak 17, ballita umur 12-59 bulan 116 orang, dan remaja 660 orang. Selain itu, Atif juga menjelaskan mengenai angka kematian ibu menurut status rujukan ke faskes pada 2020 yaitu sebanyak 38 orang.

Narasumber ketiga, MP Pattiro Banten Titin Mulyani memaparkan terkait dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil hasil studi program T4D di Kabpaten Lebak. Melalui program tersebut membangun kesadaran warga, hingga menyusun rencana aksi bersama.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. VAKSINASI INDONESIA BANGKIT


Komentar Terbanyak

  1. 10
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar