Lomba Nglarak Blarak Kecamatan Samigaluh

2 0 379
Gambar untuk Lomba Nglarak Blarak Kecamatan Samigaluh
Samigaluh-atmaGo.com

Kompetisi Nglarak Blarak kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Forum Karang Taruna Kecamatan Samigaluh, Sabtu (14/09/2019) kemarin di Lapangan Desa Pagerharjo. Dimulai pukul 14.00 - selesai.

Acara diikuti oleh kelompok dari 6 Desa di wilayah kecamatan Samigaluh. Yaitu desa Pagerharjo, Ngargosari, Gerbosari, Sidoharjo, Purwoharjo dan Banjarsari. Sedangkan desa yang tidak ikut dalam kegiatan ini adalah desa Kebonharjo.

Seperti kita ketahui Nglarak Blarak merupakan kombinasi antara budaya, permainan, dan olahraga tradisional.

Hiburan tradisional ini awalnya muncul di kecamatan Kokap dan terinspirasi dari sebagian masyarakat disana yang aktivitasnya sebagian besar menderes nira kelapa.

Permainan menggunakan peralatan antara lain pelepah daun kelapa,sabut kelapa (sepet), bumbung kelapa, dan diiringi dengan musik gamelan.

Menurut Kepala Desa Pagerharjo (Widayat) " kegiatan yang sifatnya sederhana jika kita olah dan kemas dengan benar akan bisa mengangkat nama Kulon Progo secara umum. Maka itu, beliau mengajak agar warga dan generasi muda harus siap menghadapi kemajuan pembangunan di desanya masing-masing sebagai respon perubahan global yang saat ini terus menerus semakin pesat ".

Nglarak Blarak kerap disingkat menjadi nglabrak yang dalam Bahasa Indonesia berarti menabrak. Hal ini memiliki makna filosofis agar masyarakat harus terus melawan kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan.

Permainan ini menjadi perpaduan edukasi, prestasi, dan rekreasi.

"Dengan ini kita berharap bisa melestarikan dan mengembangkan permainan Nglarak Blarak mulai dari generasi muda bahkan ke semua wilayah sehingga menjadi identititas Kabupaten Kulon Progo,” pungkasnya.

Desa Purwoharjo mengakhiri pertandingan tahun ini sebagai Juara 1 diikuti Desa Ngargosari pada posisi kedua dan Desa Pagerharjo sebagai tuan rumah pada posisi ketiga.

Seorang peserta dari desa Ngargosari yang tak mau disebut namanya mengaku bangga bisa ambil bagian dari acara tersebut sekaligus turut melestarikan permainan tradisional asli Kulon Progo.

"Persiapan sudah kami lakukan secara matang. Bahkan, latihan pada sore dan malam hari untuk menghadapi pertandingan ini, Kami bahagia dan penuh semangat ingin menunjukka bahwa ini kebudayaan asli Kulon Progo," kata dia.

#pagerharjosamigaluh

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!