Leonardo, Radar Baru Dari Italia Bakal Dimiliki Satrad 221 Ngliyep Malang

Gambar untuk Leonardo, Radar Baru Dari Italia Bakal Dimiliki Satrad 221 Ngliyep Malang
Leonardo, Radar Baru Dari Italia Bakal Dimiliki Satrad 221 Ngliyep Malang

Jum'at, 10-01-2020
TSM-Sistem pertahanan udara di pesisir laut Selatan bakal ditunjang sebuah Radar milik Satuan Radar TNI Angkatan Udara (AU) 221 Ngliyep Kabupaten Malang.

Radar baru yang bakal dimiliki Satrad 221 Ngliyep, Malang Selatan nantinya bernama Leonardo. Radar Leonardo, akan diboyong atau didatangkan langsung dari negara Italia.

Sebagai informasi, radar Leonardo memiliki keunggulan yakni radius deteksinya mencapai 200 Nautical Mile (NM) atau jangkauannya hingga 360 kilometer. Sehingga, apabila ada pesawat terbang asing yang mengudara tanpa izin dan memasuki wilayah teritorial Indonesia bagian Selatan, maka akan cepat terdeteksi.

Sedang anggaran untuk mendatangkan Leonardo, berasal dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Jumlah yang digelontorkan untuk memperoleh Leonardo mencapai angka Rp 375 miliar.

โ€œKita sudah teken kontrak dengan perusahaan Italia pada bulan September 2019 lalu. Dananya dari Kemenhan,โ€ ungkap Komandan Satrad 221 Ngliyep, Mayor Lek Agus Kasmianto, Rabu (8/1/2020) seusai rapat koordinasi apel tanggap bencana Kabupaten Malang di Ruang Anusapati, Pendopo Kabupaten Malang.

Menurut Mayor Agus, Leonardo nantinya siap dioperasikan pada 2021 mendatang. Hal itu lantaran untuk instalasi dan perakitan mesinnya, membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Agus menjelaskan, Leonardo memang sangat mumpuni untuk menjaga kedaulatan teritorial Indonesia.

โ€œRadar Leonardo sangat bagus untuk mendeteksi dini. Kalau ada ancaman sudah terdeteksi jauh. Sehingga kita bisa merencanakan apa yang harus kita perbuat jarak. Kalau jangkaunya dekat, kita bisa terlambat untuk mengatasi,โ€ tegasnya.

Saat ini, Satrad 221 Ngliyep masih mengandalkan radar Plessey AWS II dari Inggris. Radar itu sudah cukup tua, karena dioperasikan sejak 1960-an. Radius deteksinya pun hanya mencapai 180 NM dan dinilai kurang memenuhi standar. (Brama Yoga Kiswara)

Editor : Herru Sustiana
Sumber teks : https://beritajatim.com/

@MajalahMiliterOnline

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Operasi Lintas Laut Muara Gembong - Mauk

    Indra Gunawan  di  Bekasi Utara, Bekasi Kota  |  22 Feb 2021
  2. Bantuan Rodja Peduli Untuk Korban Banjir Bekasi Dan Sekitarnya

    ๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Muara Gembong, Bekasi Kabupaten  |  24 Feb 2021
  3. Gunung Raung Bertopi Awan, Musim Hujan Akan Segera Usai?

    ๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Songgon, Banyuwangi  |  23 Feb 2021
  4. Layanan Kedaruratan Kota Tangerang

    ๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Tangerang Kota  |  23 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Meningkatkan Kapasitas Perempuan Muda, PDNA Garut Selenggarakan Perkaderan Formal

    Berita Nasyiah Kab Garut  di  Garut Kota, Garut  |  28 Feb 2021
  2. 6
    Komentar

    GRESIK MENJADI BAGIAN DARI 4200 PESERTA PELATIHAN E.LEARNING

    siti fitriah  di  Kebomas, Gresik  |  26 Feb 2021
  3. 3
    Komentar

    Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kemantren Mergangsan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Mar 2021
  4. 3
    Komentar