Lemon Melimpah, Abidin Produksi Sari Lemon 1 Kuintal Perhari

4 0 17
Gambar untuk Lemon Melimpah, Abidin Produksi Sari Lemon 1 Kuintal Perhari
TABLOIDSINARTANI.COM, Malang – Sari lemon adalah minuman dengan ciri khas rasanya yang asam, biasanya antara produk yang satu dengan yang lain tidaklah jauh berbeda, tetapi rasa pada tiap produk sangat tergantung pada metode dan area produksinya. Biasanya pada produk sari lemon sering dicantumkan penjelasan murni atau konsentrat, masing-masing menunjukkan klasifikasi berasarkan perbedaan metode pembuatannya.

Produk sari lemon konsentrat berupa air perasan buah lemon yang terkumpul, setelah itu sari buah akan diproses dengan cara dipanaskan sehingga menjadi konsentrat, untuk mengkonsumsinya perlu menambahkan air sesuai dengan ukuran yang direkomendasikan, sedangkan sari lemon murni yang diperas dan airnya ditampung secara langsung tanpa menjalani proses tertentu.

Muhammad Samsul Abidin menceritakan awal mula mencarikan orang lemon untuk dijual pada salah satu pabrik di Surabaya dan Malang, pada waktu itu musim kemarau sehingga produksi lemon kurang, sedangkan pihak pabrik mendesak untuk segera memenuhi kebutuhan dan menargetkan produksi 1 ton per hari.

Samsul menjelaskan, “saat itu produksi sulit akhirnya harus mengumpulkan ke beberapa petani, jadinya tidak bisa satu orang, terus saya mencari akhirnya bisa mendapatkan satu pengepul besar, saya diskusi dengan pengepulnya akhirnya orangnya bilang saya bisa dicarikan untuk memenuhi kebutuhan 1 ton per hari, terus begitu pula sebaliknya kalau musim penghujan nanti waktu banjir-banjirnya lemon pokoknya harus mengambil, ”jelasnya.

“Pada bulan September biasanya produksi mulai melimpah, tanpa pemberitahuan, pabrik mendatangkan buah dari daerah lain, akhirnya karena sudah komitmen sama pengepul saya tetap harus mengambilnya, karena saya ada ikatan janji namanya orang dagang itu kan ada komitmen harus mengambil, akhirnya putus hubungan kerjasama sama pabrik, saya bingung, lemon ini mau diapakan, waktu itu saya sudah pesan sekitar 3 ton, “ kenangnya.

“Akhirnya saya mengambil hanya berapa kwintal saja, saya mencoba membuat minuman terus saya memasarkan, demikian juga dengan buah lemon segarnya saya pasarkan ke pasar juga secara online masalahnya, saat itu lemon masih belum familiar untuk dikonsumsi langsung, akhirnya saya membuat pabrik rumahan untuk produksi sari lemon,” imbuhnya.

Proses Produksi

Samsul menjelaskan, “prosesnya diawali dengan mencuci semua jeruk lemon, setelah dicuci bersih selanjutnya dibelah dan diperas supaya terpisahkan air dan ampas kulitnya, kemudian disaring dan didiamkan sekitar 1 malam untuk mengurangi keasamannya, selanjutnya proses pemanasan atau pasteurisasi dengan membutuhkan suhu sekitar 60 derajat, selanjutnya hasilnya langsung dikemas dalam kemasan plastik, dalam suhu ruangan bisa bertahan selama 1 bulan dan apabila dimasukkan dalam lemari pendingin bisa sampai 3 bulan,” jelasnya.

Menurut Samsul, “prosesnya harus steril tanpa campuran air, dalam 1,5 kg buah lemon segar akan menghasilkan sekitar 250 ml, sedangkan harga buah lemon saat ini berkisar 4 sampai 6 ribuan per kilonya, kalau kemasannya rusak atau kembung itu biasanya ada proses fermentasi bakteri yang masuk jadi harus steril.” katanya.

Saat ini dipasaran banyak sekali jenis buah lemon baik itu yang lokal maupun impor, antara lain lemon lokal yang terdapat biji dan tidak, kulitnya tebal dan yang tipis, biasanya jenis lemon yang tidak berbiji dan kulitnya tipis cenderung jumlah airnya akan lebih banyak, jenis lemon tertentu mempunyai aromanya yang khas, ada yang berwarna kuning ataupun hijau sedangkan bentuknya ada yang agak bulat seperti buah jeruk pada umumnya ataupun sedikit lonjong, disinilah perlu pengalaman tentang karakteristik dari buah lemon itu sendiri.

Selengkapnya, klik link atau tautan berikut ini,

https://penatani.id/sharing/346

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Lowongan CPNS di DPR RI 2021


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 3
    Komentar

    Sehat dengan SAMILAKOR