Lanjut! YBS Palopo, FBM, Pemkot dan Program Kotaku Sosialisasikan Tong-Kat di Tomarundung

1 0 424
Gambar untuk Lanjut! YBS Palopo, FBM, Pemkot dan Program Kotaku Sosialisasikan Tong-Kat di Tomarundung
PALOPO – Sosialisasi inovasi Tong Kotak Ajaib Terpadu (Tong-Kat) oleh Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo bekerjasama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Forum Belajar Mapaccing (FBM) dan Pemkot, mendapat respon positif dari Pemerintah Kelurahan Tomarundung, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.

Hal itu diungkapkan Lurah Tomarundung, Andi Sumriani Syahrir saat menghadiri langsung sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga menggunakan metode Tong-Kat dan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), Jumat (6/8/2021).

“Langkah ini patut kita apresiasi. Kami siap membantu dalam hal fasilitas guna memberikan motivasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat dengan melibatkan jajaran RT/RW dilokasi masing-masing,” katanya.

Dalam sosialisasinya, Ketua Pengurus Harian YBS kembali menjelaskan indikator dimana inovasi dari Tong-Kat dianggap wajib untuk dikembangkan. Menurutnya saat ini sampah organik merupakan penyumbang terbesar di TPA yang berlokasi di Kecamatan Telluwanua, Kelurahan Mancani itu.

“Berdasarkan data DLHK, TPA setiap harinya harus menampung tidak kurang dari 60-70 persen sampah organik dan dihari tertentu dapat mencapai 90-100 ton, dari daya tampung maksimal TPA hanya 80 ton per harinya,” ungkap Abdul Malik Saleh yang juga Ketua FBM.

“Dari data hasil survey, dengan membagi tiga wilayah hulu, tengah dan hilir yang kami lakukan, terdapat 50 persen masyarakat belum puas ssoal pelayanan sampah,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Bidang PPLH -DLHK, Kurniawan menjelaskan bahwa pihaknya sudah memprogramkan pengelolaan sampah yaitu Bank Sampah Mapaccing yang khusus menangani sampah Anorganik.

Meski demikian, diakui Kurniawan bahwa langkah tersebut dianggap belum maksimal tanpa dibarengi dengan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

“Dari sosialisasi ini, kita berharap banyak masyarakat, khsususnya ditingkat rumah tangga, mampu menangani persoalan sampah, minimal memisahkan sampah organik dengan anorganik,” cetus Kurniawan.

“Hal ini secara tidak langsung membantu kami selaku pemerintah dalam mencegah tumpukan dari daya tampung TPA yang kian mengkhawatirkan,” tandasnya.

Selanjutnya dalam pemaparan, Sekretaris Kesbangpol, Muh Taufik Qurrahman yang juga salah satu anggota FBM menerangkan keuntungan yang diperoleh dari inovasi Tong-Kat dan budidayaa larva maggot.

“Selain menghasilkan pupuk cair organik yang dapat menyuburkan tanaman, dari larva maggot juga baik untuk pakan ternak dan ikan,“ paparnya.

“Bahan pembuatan wadah Tong-Kat sangat mudah ditemukan dan ramah lingkungan yakni bersumber dari barang bekas,” imbuh Taufik.

Lebih jauh, dikatakan pencetus Tong-Kat, bahwa dirinya banyak belajar terkait pengelolaan sampah dengan memanfaatkan ide dan inovasi, diluar negeri salah satunya di Australia.

“Kita perlu banyak belajar dari negara luar dalam mengelola sampah. Tidak hanya sekadar membuang dan mengangkut melainkan juga melahirkan ide dari segi pemanfaatan sampah itu sendiri,” tutup Rustan Santaria yang merupakan salah satu dosen perguruan tinggi negeri di Kota Palopo.

Terselenggaranya sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga menggunakan metode Tong-Kat dan budidaya larva BSF ataas kerjasama fasilitator Program Kotaku sekaligus pemandu kegiatan, Rahmat Nugraha yang dihadiri jajaran RT Kelurahan Tomarundung. (*)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat