L-Madani Diskusikan Dana Desa dengan Pendamping dan Kades

1 0 314
Gambar untuk L-Madani Diskusikan Dana Desa dengan Pendamping dan Kades
Lembaga Mitra Swadaya Mandiri (L-Madani) sebagai Mitra Lokal didampingi Perkumpulan Wallacea sebagai Lead Partner Program USAID MADANI di Kabupaten Luwu Utara, mengajak pendamping desa dan kepala desa diskusi penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa. Kegiatan yang berlangsung di Warkop daeng Aziz, Masamba, Kamis (28 Januari 2021) pekan lalu.

Dalam sambutannya, Muslan Sesa selaku Direktur Lembaga Mitra Swadaya Mandiri (L-Madani) mengatakan, sebagai mitra lokal, tentu kegiatan ini sangat penting, terutama dalam menyiapkan diri sebagai CSO lokal yang akan bersama Simpul Belajar Lamaranginang melakukan advokasi transparansi dana desa di Luwu Utara. Kegiatan ini juga dimaksudkan memperkaya tujuan strategis advokasi dari Simpul Belajar Lamaranginang terhadap Transparansi Dana Desa di Kabupaten Luwu Utara.

Kegiatan berlangsung dua sesi yaitu: Sesi pertama berupa sharing dan diskusi yang dimoderatori Manager Program L-Madani Mahsyar, S.E. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan Pemkan Luwu Utara, para pendamping desa mulai dari Tenaga Ahli, Pendamping Desa hingga Pendamping Lokal Desa, Kepala Desa Kamiri, dan pimpinan CSO yang tergabung dalam Simpul Belajar Lamaranginang, FC USAID MADANI, dan Perkumpulan wallacea.

L-Madani menghadirkan Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Luwu Utara dan Kepala Desa Kamiri sebagai panelis. Paling tidak empat point penting yang mengemuka pada saat itu, yaitu :pertama, gambaran secara umum pengelolaan dana desa. Kedua, bagaimana tingkat partisipasi masyarakat desa terhadap pembangunan desa. Ketiga, masalah apa yang paling krusial dalam pengelolaan dana desa selama ini, dan keempat adalah apa point penting sebagai masukan bagi rencana aksi Simpul Belajar Lamaranginang kedepan untuk pengawalan issu Transparansi Dana Desa di Kabupten Luwu Utara.

Saat proses berlangsung, FC USAID MADANI Muhammad Sahaka, mengatakan, kedepan akan ada tujuh belas Tenaga Ahli (TA) atau Service Provider (SP) yang akan memberikan pembekalan kepada CSO yang ada di Luwu Utara termasuk L-Madani dan Simpul Belajar Lamaranginang dalam melakukan advokasi issu tematik Transparansi Dana Desa terutama penguatan partisipasi masyarakat desa dalam kebijakan dan pembangunan desa.

Sedangkan sesi kedua berupa Refleksi dan Perumusan Fokus Rencana Aksi Simpul Belajar Lamaranginang. Sesi ini khusus untuk merefleksi dari proses dan pencapaian tujuan kegiatan sharing dan diskusi yang dilakukan L-Madani, dan menentukan fokus rencana aksi Simpul.

Pemilihan fokus dari peserta, berhasil memilih fokus advokasi lebih cenderung ke penguatan partisipasi masyarakat di bidang pemberdayaan ketimbang pembangunan atau infrastruktur.

Menurut Muhammad Sahaka, memang tidak harus membeda-bedakan antara pemberdayaan dan infrastruktur karena semua penting, hanya saja dalam kerangka advokasi transparansi dana desa ini diperlukan ada yang menjadi fokus sehingga lebih terukur keberhasiannya. ‘’Yang kita hasilkan hari ini akan disinkronkan dengan hasil identifikasi masalah dana desa yang sudah dirumuskan oleh teman-teman di Simpul Belajar Lamaranginang karena hasil itu masih sebatas pembacaan anggota simpul sehingga hari ini mau didengar dari pengalaman pendamping desa dan kepala desa sebagai pelaku dalam dana desa itu sendiiri,’’ jelas Sahaka.

Selanjutnya, sambung Sahaka, akan dipertajam dengan melakukan survei umpan balik masyarakat terhadap transparansi dana desa. Dari hasil survei nanti akan lebih kelihatan sisi mana yang akan jadi aksi bersama berupa advokasi yang akan dilakukan oleh simpul belajar.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar