Kunjungan Perwakilan DFAT ke SDN 1 Lendang Tampel

2 0 378
Gambar untuk Kunjungan Perwakilan DFAT ke SDN 1 Lendang Tampel
Beber (16 Oktober 2019) - Untuk memastikan sebuah program berhasil atau tidak, maka dibutuhkan sebuah evaluasi. Terkait dengan hal tersebut sebagai salah satu penyelenggara pendidikan inklusif di kabupaten Lombok Tengah, SDN 1 Lendang Tampel hari ini kedatangan tiga orang tamu perwakilan dari Departement Foriegn And Trade (DFAT)
of Australia yang merupakan penyandang dana untuk membiayai pendidikan inklusif di Indonesia khususnya di Lombok Tengah.

Ketiga tamu tersebut adalah Mbak Astari, Mbak Lousia Veronika dan Bapak Ferdi sebagai petugas dokumentasi kegiatan. Kedatangan mereka merupakan kunjungan awal yang akan dilanjutkan kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia nanti sekitar tanggal 23 November 2019.

Kunjungan kali ini bertujuan untuk menyaksikan secara langsung implementasi pendidikan inklusif di kelas, sehingga mereka memperoleh informasi jelas apakan program yang mereka danai tepat sasaran atau tidak.

Ada 3 kelas yang dikunjungi yaitu kelas 1b dengan wali kelasnya ibu Baiq Mayanti,S.Pd, kelas 6 dengan wali kelasnya Bpk L Muh. Nurul Wahyu, M.Pd dan masuk ke kelas 4 dengan wali kelasnya Bapak Husni Thamrin, S.Pd.
Mereka sangat menikmati suasana kelas dan proses pembelsjaran yang cukup aktif terlebih apa yang menjadi harapan program mereka jelas nampak ditandai dengan upaya para guru kelas melayani anak-anak berkesulitan fungsional secara optimal.

Setelah kunjungan kelas dilanjutkan diskusi bersama bapak ibu guru sasaran yang dikunjungi. Ada bebarapa hal penting yang pertanyakan oleh Bapak ibu perwakilan DFAT antara lain; Apakah manfaat dari program pendidikan inklusif, kemudian hambatan - hambatan apa yang dirasakan oleh bapak ibu guru dalam mengimplementasi materi - materi yang diberikan oleh pada kegiatan in-service. Dan yang terakhir Salah seorang diantara perwakila DFAT meminta masukan-masukan dari para guru yang mendapat kunjungan kelas.

Hasil kunjungan ini akan dijadikan dasar apakah kerja sama Australia dan Indonesia di bidang program pendidikan inklusif masih perlu dilanjutkan atau tidak. Kalau dari hasil kunjungan ini memberikan sinyal untuk dilanjutkan, maka program pendidikan inklusif ini akan dilanjutkan sampai tahun 2023.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Lowongan CPNS di DPR RI 2021


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 3
    Komentar

    Sehat dengan SAMILAKOR

  4. 3
    Komentar