KREMA Tebar Benih Tanduran Suwargo Untuk Tangkal Bencana

3 0 262
Gambar untuk KREMA Tebar Benih Tanduran Suwargo Untuk Tangkal Bencana
๐Š๐‘๐„๐Œ๐€ ๐“๐ž๐›๐š๐ซ ๐๐ž๐ง๐ข๐ก ๐“๐š๐ง๐๐ฎ๐ซ๐š๐ง ๐’๐ฎ๐ฐ๐š๐ซ๐ ๐จ ๐”๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐“๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ฅ ๐๐ž๐ง๐œ๐š๐ง๐š

Reviens.id, Purworejo โ€“ Wilayah Kabupaten Purworejo merupakan daerah yang memiliki resiko bencana alam cukup tinggi. Berdasar kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Purworejo menempati urutan ke-18 dari 496 kabupaten/kota se-Indonesia dengan skor 215 dan masuk dalam kategori resiko tinggi. Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, Purworejo menepati peringkat ke-2 dari 35 kabupaten/kota, setelah Cilacap.

Purworejo sendiri memiliki bentang alam dan topografinya yang unik, bebukitan, dataran dan pesisir pantai, namun sekaligus juga menyimpan potensi bencana. Tanah longsor, banjir, angin ribut menjadi ancaman setiap musim hujan datang.

Kondisi ironis ini menjadi salah satu pemantik Komunitas Pergerakan Masyarakat Pecinta Kopi Purworejo (KREMA) untuk bergerak melakukan reboisasi, menghijaukan bumi mengusung semangat Go Green. Wadah yang embrio awalnya bernama Komunitas Pecinta Kopi (KPK) Purworejo ini kemudian tumbuh dan berkembang secara serius menyikapi kondisi yang dihadapi masyarakat Purworejo terutama wilayah rawan bencana seperti di Kecamatan Kaligesing yang berbukit-bukit.

Jenis batuan dan tanah di kawasan ini masuk kategori labil, lapisan batuan purba yang saat Musim Kemarau kering dan saat Musim Hujan, daya tarik menarik/daya lekat antara batuan dan tanah yang lemah akan menyebabkan rawan longsor ditambah lagi dengan kemiringan yang terjal.

Menurutnya Pohon Kopi akarnya punya karakter yang sesuai untuk kebutuhan konservasi, sementara buahnya bisa diproses dan dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

KREMA yang anggotanya kini mencapai sekitar 65 personal dengan berbagai latar belakang profesi ini, mentargetkan akan menghijaukan lahan seluas 10.000 ha yang tersebar di 6 kecamatan yakni, Kaligesing, Bener, Pituruh, Kemiri, Loano dan Bagelen. Sementara sampai saat ini telah tercatat sekitar 500 ha yang telah ditanami Pohon Kopi dengan sistem Polikultur (Pohon Kopi diantara berbagai macam tanaman di sekitarnya).

Ulasan selengkapnya, silahkan klik link atau tautan berikut ini,

https://reviens.id/berita/feature/krema-tebar-benih-tanduran-suwargo-untuk-tangkal-bencana

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar