Komitmen Kolaborasi Aksi Percepatan Penurunan AKI AKB Kab Garut pada Rangkaian Lokakarya (Bagian II)

2 0 260
Gambar untuk Komitmen Kolaborasi Aksi Percepatan Penurunan AKI AKB Kab Garut pada Rangkaian Lokakarya (Bagian II)
Pada kegiatan Lokakarya Penajaman Rencana Aksi Tematik Percepatan Penurunan AKI AKB di Kab Garut, hadir pula paparan dari narasumber ahli yaitu dr,.H.Dadan Susandi Sp.OG yang merupakan ketua SATGAS AKI AKB Kab. Garut, dan pengelola klinik Ibu dan Anak. Beliau menegaskan peran serta masyarakat sangat penting dan dominan dalam masalah AKI AKB dan bukan hanya menjadi tugas dari para tenaga kesehatan saja. Langkah dan upaya Nakes atau Satgas yang sudah ada, tidak akan cukup maksimal untuk dapat bekerja secara menyeluruh menangani isu ini di Kab Garut. Meskipun kolaborasi dinas2 terkait cukup sinergis dalam penanggulangan AKI AKB, namun peran dan inisiatif dari masyarakat akan sangat membantu percepatan sebagai upaya preventif dan solutif mengatasi kasus AKI AKB yang mungkin saja tidak semua dapat terlaporkan. Kasus AKI pada masa covid meningkat cukup signifikan, tahun ini angka AKI AKB membuat pesimis. Tercatat banyak kasus kematian Ibu, baik karena karena Covid 19 ataupun karena faktor medis lainnya. Menurutnya Data dikertas mungkin ibu yg melahirkan semuanya di faskes tp dilapangan tidak seperti itu, mash banyak masyarakat yg masih percaya melahirkan di dukun beranak daripada di faskes. Pemahaman masyarakat ttg AKI AKB harus mulai dikikis dgn adanya edukasi ke masyarakat. Salah satu antisipasi menjaga kehamilan adalah dengan ber-KB. Dan diperlukan juga analisa dan intervensi lainnya dari berbagai persepktif. Adanya Program Madani untuk percepatan penurunan AKI AKB di Kab Garut dari inisiasi masyarakat menurutnya sangat melegakan dan apresiatif luar biasa, semoga bisa membantu langkah dan kinerja Nakes dan berintegrasi dengan SATGAS AKI AKB Kab.Garut.

Sesi lokakarya berikutnya adalah dari Kabag Kesmas Dinkes Kab.Garut, dr,Tri, beliau memaparkan peran-peran multi pihak yang telah turut dalam upaya mencegah dan menurunkan kasus AKI AKB di Kab Garut, namun masih banyak persoalan di scoope Kesehatan Masyarakat, belum bisa diurai secepatnya, dan butuh energi yang besar dan kolaborasi banyak pihak. Terutama pada AKI dan AKB. Beliau memaparkan sejumlah data terupdate terkait tingginya kasus AKI AKB di Kab.Garut. Adanya upaya pemberdayaan masyarakat, dapat membantu memenuhi indikator kesehatan dan keberhasilan Ibu Hamil dan Melahirkan agar sesuai standar Dinkes Kab.Garut, salah satunya melahirkan di faskes, persalinan di tolong oleh Nakes, pemeriksaan kehamilan rutin dan terpantau. Dinkes sangat apresiatif dan menyambut baik adanya inisiatif kolaborasi ini, jelas akan sangat membantu kinerja Dinkes dan pemda Kab.Garut tentunya.

Lokakarya ini dihadiri juga oleh BAZNAS Kab.Garut, Kades jayaraga, Bpk Samsakti, Kades Haurpanggung H. Rohmat Roswandi, Unsur Kecamatan Tarogong Kidul dan Kesbangpol Kab.Garut yang siap berkolaborasi dan mendukung rencana aksi bersama SATGAS SAKINA RAPIH di lokasi piloting sebagai upaya membantu penurunan AKI AKB di Kab.Garut. Rangkaian Lokakarya ini di akhiri oleh adanya kesepakatan langkah bersama dengan penandatanganan berita acara dukungan dan komitmen dari berbagai pihak untuk kelancaran dan tercapainya rencana aksi bersama yang telah ditetapkan pada dokumen program Madani _PDNA Kab.Garut.


©- RSR

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar