Ketika Mimpi tak Seindah Kenyataan

1 0 345
Gambar untuk Ketika Mimpi tak Seindah Kenyataan
Siapa sih yang tak berharap banyak pada tanaman yang ditanam? Seorang petani padi misalnya tentu saja sangat berharap panen padinya akan berhasil dan hasilnya akan berlimpah.
Begitu juga dengan Jayus, seorang petani sayuran yang tinggal di Desa Sidodadi, Kec. Beringin, Kab. Deli serdang. Sudah bertahun-tahun Jayus menanan berbagai jenis sayuran, seperti kacang Panjang, Timun, Sawi, kangkung dan lain-lain. Di penghujung tahun 2020 Jayus memutuskan untuk menanam cabai di lahan seluas kurang lebih 400 m dengan jumlah tanaman cabai 500 pohon cabai.
Mulai dari olah lahan, penanaman dan perawatan semuanya dikerjakan sendiri. Hanya pemasangan mulsa saja yang diupahkan ke orang lain, karena pemasangan mulsa tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Hal ini dilakukan agar modal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Karena menanan abai membutuhkan modal yang tidak sedikit.
Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, sebulan pertumbuhan cabai masih terlihat normal. Sampai ketika cabai berusia 2 bulan mulai muncul serangan pada tanaman cabai. Satu persatu pohon cabai mulai diserang penyakit layu fusarium,dengan berat hati tanaman yang layu harus dicabut. Tak lama kemudian muncul serangan hama ulat yang memakan daun cabai. Kelabakan, sudah pasti kelabakan. Melihat serangan yang semakin lama semakin parah Jayus mencoba mencari informasi di media sosial bagaimana menangani serangan cabai tersebut. Semua informasi yang di dapat dicatat dan di aplikasikan pada tanaman cabai tersebut.Sebagai petani yan tak pernah mendapat peningkatan kapasitas dari pihak terkait tentang bagaimana budidaya cabai yang baik dan benar, Jayus benar-benar harus berupaya keras mengatasi persoalan tersebut secara learning by doing.
Sampai pada puncaknya kurang lebih 30 pohon cabai mati karena serangan layu fusarium dan dengan berat hati Jayus mencabuti pohon cabai yang mati, buah cabai yang sudah besar dipanen dalam kondis sudah layu, kemudian pohonnya dibakar. Hal ini dilakukan agar tidak menular pada tanaman yang lain.
Begitu juga dengan serangan ulat yang menyerang pohon cabai. Berbagai macam merek dagang insektisida dari yang murah sampai yang paling mahal di coba untuk membasmi hama ulat pada tanaman cabai. Bahkan ada seorang tetangga hampir setiap pagi datang ke kebun cabai untuk menambil ulat dipohon cabai satu persatu.
Tapi semuanya tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Buah cabai yang sebelumnya telah berbuah terpaksa dikutip hijau karena sudah tidak memungkinkan dikutip merah. Bunga cabai pun tidak terlihat sama sekali. Secara perlahan tapi pasti satu persatu pohon cabai diserang ulat. Lama kelamaan serangan ulat ini makin parah, sampai terahir ulat tersebut memakan semua daun cabai yang ditanam. Tak ada satu pohonpun yang terlewatkan. dan akibatnya cabai gagal panen.
Jika saja para petani seperti Jayus dan petani sayur lainnya memiliki akses informasi ke dinas terkait mungkin kejadian seperti ini bisa dihindarkan atau setidaknya bisa diminimalisir. Tetapi pada kenyataannya banyak petani yang tidak memiliki akses informasi ke pihak berwenang. Mungkin di desa Sidodadi ada petugas penyuluh pertanian namun belum terkoneksi dengan petani ini. Ditambah lagi para petani ini tidak tergabung dalam kelompok pertanian. Jadilah aksesnya semakin sulit.
Kedepan mungkin perlu dipikirkan bagi para petani ini untuk membuat oragnisasi petani sendiri atau bergabung dengan organisasi pertanian yang ada di desa Sidodadi. Dengan begitu para petani ini bisa mengkases informasi dan komunikasi dengan pihak terkait terutama Dinas Pertanian maupun Perguruan tinggi. Sehingga tidak ada lagi kejadian gagal panen karena kurangnya kemampuan petani menghadapi serangan hama.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Workshop Disabilitas Jember


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Workshop Disabilitas Jember

  2. 3
    Komentar
  3. 3
    Komentar
  4. 3
    Komentar