Ketika Berada di Antara Dua Pilihan Sulit

2 0 5
Gambar untuk Ketika Berada di Antara Dua Pilihan Sulit
Sudah hampir satu tahun anak-anak sekolah meninggalkan bangku sekolah karena Covid-19. Mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai Universitas semua belajar dari rumah.
Sejak bulan Maret tahun lalu hingga hari ini pandemi Covid-19 ini belum berlalu. Bahkan menurut informasi yang beredar di media online jumlah total orang yang terinfeksi Covid-19 sudah lebih dari 1 juta jiwa dengan penambahan kasus baru lebih dari 6000 orang perhari . Meskipun saat ini sudah ada Vaksin untuk Covid-19 tetapi tetap saja belum bisa menghentikan penyebaran Corona.
Salah satu cara untuk menghindari terjadinya claster Corona disekolah, pemerintah masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh dan menghindari tatap muka dengan siswa. Di awal-awal tahun 2021 Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah dapat melakukan pembelajaran tatap muka tahun 2021, dengan beberapa aturan-aturannya. Hal tersebut dituangkan dalam surat Keputusan Bersama Empat Menteri (SKB 4 Menteri).Tetapi kebijakan ini dibatalkan karena pandemi yang semakin merajalela.
Banya orang tua yang senang mendengar kebijakan bahwa sekolah akan dibuka kembali, mengingat sudah begitu lama anak mereka belajar dari rumah. Meskipun tidak sedikit juga orang tua yang menentang kebijakan ini.
Bagi anak-anak yang bersekolah di sekolah favorit, sistem belajar melalui online tentu bukanlah masalah. Mengingat Karena fasilitas sekolah mereka sangat memadai sehingga mereka bisa belajar secara online baik dengan menggunakan fasilitas zoom, google meet dan lainnya. Bahkan ada beberapa sekolah yang memfasilitasi pulsa internet bagi siswa mereka.
Tapi bagaimana dengan siswa yang tinggal di desa dengan fasilitas sekolah yang seadanya. Tak ada zoom meeting apa lagi google meet. Bahkan jaringan internetpun terkadang lelet luar biasa. Untuk belajar mereka hanya mengandalkan Whatsapp Grup yang dibuat oleh wali kelas masing-masing. Anak-anak hanya diberikan tugas oleh guru kelas yang dikirim melalui Whatsapp group. Kemudian pada hari tertentu tugas tersebut di antar kesekolah, kemudian di nilai dan kembali di beri tugas untuk hari berikutnya. Tanpa ada penjelasan apapun tentang materi yag diberikan. Atau anak disuruh mencatat atau meringkas tulisan dibuku paket yang mereka terima. Jika anak tidak dapat menjawab soal yang diberikan gurunya maka mereka akan mencari jawabnya di google. Yag penting tugas sudah selesai.
Dengan demikian, kebijakan belajar dari rumah yang dibuat oleh pemerintah membuat para orang tua cemas dan khawatir bagaimana nasip anak-anak mereka. Semakin hari anak-anak semakin menjadi-jadi. Tak pernah belajar apalagi mengulang pelajaran di rumah. Mereka lebih memilih mengahabiskan waktunya berkumpul dengan temannya, balap sepeda atau nongkrong di pinggir jalan.
Bagi sebagian orang tua yang memiliki uang lebih, mereka akan memasukkan anaknya ke bimbingan belajar, sehingga anaknya tidak ketinggalan pelajaran. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai uang? Jangankan untuk memasukkan anaknya ke bimbingan belajar, untuk makan saja mereka masih kekurangan.
Dengan situasi seperti ini, bagaimana nasip mereka dimasa depan? Apakah mereka bisa bersaing dengan yang lain? Padahal semakin hari persaingan semakin ketat. Siapa yang akan bertanggungjawab atas kehidupan mereka dimasa yang akan datang? Sungguh sebuah pilihan yang sangat sulit. Sekolah tetapi sakit, atau tetap dirumah tetapi bodoh.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Pentingkah Pendampingan Belajar Pada Anak

    Sasa Rahayu Safitri  di  Andong, Boyolali  |  21 Feb 2021
  2. Warga RT 001, RT 002 Dan 008, RW 01 Kelurahan Kebon Pala Mengevakuasi Kendaraan

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Makasar, Jakarta Timur  |  20 Feb 2021
  3. Cuaca Ekstrem Melanda, Waspada Pohon Tumbang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Bogor Kota  |  21 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Meningkatkan Kapasitas Perempuan Muda, PDNA Garut Selenggarakan Perkaderan Formal

    Berita Nasyiah Kab Garut  di  Garut Kota, Garut  |  28 Feb 2021
  2. 6
    Komentar

    GRESIK MENJADI BAGIAN DARI 4200 PESERTA PELATIHAN E.LEARNING

    siti fitriah  di  Kebomas, Gresik  |  26 Feb 2021
  3. 3
    Komentar

    Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kemantren Mergangsan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Mar 2021
  4. 3
    Komentar