Kenapa mama ojo menangis..?? Penulis Heandly Mangkali

1 0 494
Gambar untuk Kenapa mama ojo menangis..?? Penulis Heandly Mangkali
Sejak siang tadi sya langsung meluncur ke daerah biromaru, tepatnya desa lolu kab. Sigi. Saya mendapat undangan, dari relawan Yayasan Madago, terlebih pak Bayu gutama pimpinan yayasannya.

Disana mereka berkumpul dengan ada sekitar 20 KK, khususnya mereka mengkader ibu-ibu lewat, melalui sejumlah kegiatan bidang kesehatan. Ada kegiatan melatih cara tensi darah, melatih bagaimana berperilaku bersih dan sehat (PHBS), memberi penyuluhan kesehatan. Dan membagikan obat-obatan gratis, kepada masyarakat yang membutuhkan.

Saat mengevaluasi kegiatan Yayasan Madago selama ini, dibuka tanya jawab, atau bercerita apapun yang terkait keberadaan para relawan. Tiba tiba seorang ibu bercerita, baru akan memulai ceritanya, kata katanya tak bisa terungkap. Mama ojo, sapaan ibu yang merupakan single parents ini menangis membasuh air matanya, dan hanya terdengar kata trima kasih.

Selesai acara resmi, saya berusaha mencari bertemu mama ojo. Sosok ibu yang sudah berumur ini, tak mampu berkata kata, karna merasa terbantu adanya obat obatan gratis dari yayasan madago. Memang mereka adalah keluarga yg memiliki BPJS, tetapi seorang anaknya sedang sakit. Dan jika penyakitnya kambuh, maka akses menuju pelayanan kesehatan lumayan jauh dan butuh biaya. Selama ini solusi dari penyakit anaknya saat kambuh, diberikan obat oleh koordinator wilayah lolu, abraham yang juga merupakan seorang perawat.

Mama ojo sehari hari, harus memenuhi kebutuhan keluarganya dari ikut membantu dan bekerja dalam pembuatan batu merah. Tentu bukanlah pekerjaan yang layak, selain karna umurnya, pekerjaan ini membutuhkan fisik yang kuat. Tetapi apalah daya keadaan dan satu satunya pilihan hanya itu.

Ini adalah potret, warga korban bencana yang masih memperbaiki rumahnya, dan bertahan dilokasi pasca bencana. Yang memang bukan lokasi yang direlokasi oleh pemerintah. Mama ojo, tak pernah berujar saya belum dapat bantuan, hanya rasa syukur yang diungkapkannya, sudah diberi obat gratis, bahkan beberapa bantuan lain dari para donatur yang berbagi lewat yayasan madago.

Relawan yayasan madago seperti lidya anugrah, abraham, dan kawan kawan yang lain. Mereka bagi saya lebih dari pada sekedar obat penyembuh, mereka lebih dari pada sekedar saudara bagi para warga korban bencana.

Penulis: Heandly Mangkali

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar