Kelayakan Hidup Petani Tanggungjawan Siapa?

1 0 35
Gambar untuk Kelayakan Hidup Petani Tanggungjawan Siapa?
Siapa yang pernah mendengar ungkapan belum kenyang kalau belum makan nasi? Hampir semua orang mengenal ungkapan ini. Hal ini disebabkan nasi merupakan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat sebanyak tiga kali dalam sehari.
Di sumatera utara musim tanam padi jatuh pada bulan Mei sampai Agustus dan bulan Oktober sampai Januari. Sedangkan sisanya digunakan untuk menanam Palawija. Mengapa harus menanam Palawija. Salah satu alasannya adalah untuk memutus sirklus hama tanaman padi seperti wereng dan lain-lain.
Jika kita membicarakan nasi maka mau tidak mau kita juga akan membicarakan petani selaku orang yang bertanggungjawab atas produksi padi. Tahukan anda sebagai penghasil padi yang notabene merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, petani seharusnya hidup makmur dan berkecukupan.
Tetapi dalam kenyataanya, kehidupan petani semakin hari semakin sulit. Dengan jumlah penduduk yang semakin lama semakin meningkat maka otomatis lahan sawah semakin sedikit. Karena banyak sawah yang sekarang beralih fungsi menjadi perumahan. Maka diperhitungkan rata-rata petani di desa hanya memiliki lahan padi kurang lebih 1600 m saja. Dengan luas lahan tersebut para petani menghasilkan gabah basah lebih kurang satu ton dalam waktu empat bulan.
Dan jika di uangkan dengan harga gabah saat ini Rp 4500/kg maka total penghasilan petani tersebut kurang lebih 4.500.000 dalam tempo empat bulan. Sedangkam Modal yang dibutuhkan untuk mengolah sawah dari mulai awal sampai panen untuk lahan seluas 1600 m dibutuhkan dana kurang lebih Rp 1.120.000,-. Maka pendapatan bersih para petani padi sebesar Rp 3.380.000,-. Dan itu harus emnunggu selama empat bulan. Jika dibagikan maka penghasilan bersih petani padi perbulannya hanya 845.000,-.
Bagaimana mereka bisa menutupi biaya makan mereka sehari-hari, bagaimana dengan biaya sekolah anak-anak mereka? Apakah hasil panen tersebut bisa menutupi kebutuhan hidup mereka sampai panen selanjutnya? Maka tak heran kehidupan petani semakin hari semakin sulit. Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa harus meminjam uang dari rentenir untuk menutupi kebuthan sehari-hari.
Tak heran mengapa banyak anak muda yang tidak mau menjadi petani. Para pemuda di desa lebih memilih merantau ke luar desa untuk memperbaiki nasip mereka dan keluarganya. Atau mereka lebih memilih menjadi buruh harian lepas dengan gaji Rp 100.000 perhari dari pada harus menjadi petani. Padahal pekerjaan petani adalah pekerjaan yang mulia.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Workshop Disabilitas Jember


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar
  2. 5
    Komentar

    Workshop Disabilitas Jember

  3. 3
    Komentar
  4. 3
    Komentar