KEBANGGAAN TERSELUBUNG: SEBUAH REFLEKSI

1 0 483
Gambar untuk KEBANGGAAN TERSELUBUNG: SEBUAH REFLEKSI
Sahabat...
Manusia sungguh beragam, itu sudah disampaikan Allah Subhanahu Wata'ala kepada kita melalui firman-Nya. Ragam itu jg dapat dilihat dari kenyataan bahwa beberapa orang dari kita memiliki kemampuan untuk berpuasa Senin dan Kamis, sepanjang tahun, tapi yang lain mungkin tidak bisa melakukannya. Namun mereka memiliki kemampuan bangun di tengah malam untuk Sholat Tahajjud setiap malam, tetapi yang lain tidak dapat bangun meskipun sudah berusaha. Di sisi lain, ada yang lain tidak bisa melakukan kedua hal tersebut, tetapi di mana pun mereka berjalan, mereka bersedekah dengan murah hati kepada para pengemis.

Beberapa orang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan ibadah tambahan, tetapi mampu menjaga hati yang bersih dan wajah yang tersenyum terhadap orang-orang sepanjang waktu. Sementara, yang lain lagi tidak melakukan apa-apa selain hanya membuat anak-anak tertawa ketika bertemu dengan mereka.

Intinya?

Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tidak melakukan seperti apa yang kita lakukan lebih rendah daripada kita, atau tidak memiliki apa pun yang bisa dipersembahkan bagi orang lain. Jangan pernah berpikir bahwa tindakan kita untuk beribadah lebih baik daripada tindakan orang lain. Jangan biarkan keshalehan kita menumbuhkan kebanggaan terselubung dalam diri kita. Jangan juga biarkan keshalehan kita meng-isolasi diri kita dari keluarga dan teman. Jangan biarkan itu membuat kita merasa lebih suci dari orang lain.

Keturunan, kekayaan, kemampuan ilmiah, warna kulit kita, kekuatan di medan perang bukan kriteria untuk keshalehan kita. Ada banyak di Afrika, Eropa, Asia, Cina dan seluruh dunia yang mungkin lebih dekat dengan Allah Subhanahu Wata'ala daripada kita karena fakta sederhana bahwa mereka dapat menanggung kesulitan dan mengatasi cobaan lebih baik daripada kita.

Penampilan dan pakaian kita bukanlah kriteria untuk keshalehan. Ada banyak manusia di dunia ini yang lebih dekat dengan Allah Subhanahu Wata'ala meskipun mereka tampak biasa-biasa saja. Afiliasi kita dengan sebuah jamaah atau lembaga ilmiah mana pun, harus menjadi sarana untuk memusnahkan ego dan kebanggaan kita, tanpa memandang rendah orang lain. Ada banyak yang hatinya murni meskipun tidak ber-afiliasi dengan salah satu di atas. Jelas, hal ini bukan paspor otomatis ke Surga. Ada orang yang masuk surga hanya dengan memuaskan dahaga seekor anjing, yang lain mendapatkannya dengan hanya memaafkan semua orang setiap hari sebelum tidur. Mereka tidak memiliki banyak hal untuk ditampilkan, tetapi apa yang mereka lakukan, penting bagi Allah.

Seseorang mungkin berjalan melalui gerbang surga dengan modal sangat sedikit dan kehadirannya ketika hidup di muka bumi tidak dianggap penting, sementara yang lain dengan perbuatan yang jauh lebih besar justru binasa karena kesombongan mereka. Jangan terkejut jika orang itu menuntun Anda berjalan melewati gerbang Surga. MARILAH SELALU MELIHAT HAL BAIK YANG ADA PADA DIRI ORANG LAIN.

#refleksi_awal_tahun_2020
#Fauzan
#Lingtautao
#Dikporaklu
#atmaGO

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar