KEARIFAN LOKAL (BERAS UTAH)

0 0 601
Gambar untuk KEARIFAN LOKAL (BERAS UTAH)
“BERAS UTAH (TASYAKURAN ACARA PERNIKAHAN)”

Oleh : Fuad Effendi

Ketika sebuah keluarga yang telah tiba pada waktunya mengadakan sebuah resepsi pernikahan salah satu anaknya, pastilah kearifan lokal atau adat salah satu ini tak akan pernah dilupakan...
Mungkin kalau kita mendengar namanya cukup unik dan lucu,dari “KONOTASI” namanya saja pasti tak sesuai karena beda sama maksudnya, tetapi kalau dari segi prakteknya mungkin tepat untuk penamaan adat istiadat tersebut.

Sebagai suku jawa nama adat istiadat ini penuh dengan nalar yang kenyataannya selalu pasti sesuai kejadian dilapangan.Secara arti nyata “BERAS UTAH” diartikan sebagai beras yang utah (beras tumpah ),tetapi penamaan tersebut hanyalah sebuah gambaran saja. Tetapi secara utuh “BERAS UTAH” adalah sebuah kegiatan wujud syukur ketika sebuah keluarga mengadakan resepsi pernikahan yang pelaksanaannya kebanyakan besar satu hari sebelum acara resepsi pernikahan.

Perwujudan “BERAS UTAH” sendiri adalah memberikan sebuah bingkisan sebuah makanan kepada sanak saudara dan tak lupa tetangga dari rumah yang sedang memiliki hajatan tersebut, dan biasanya bingkisan yang berupa makanan itu juga ditambah dengan makanan yang berupa “KETAN ATAU JAJANAN TRADISIONAL (PLERET) “.

Tujuan dari “BERAS UTAH” selain sebagai rasa syukur pada Sang Pencipta, juga sebagai memupuk rasa silaturahmi antar keluarga,teman dan tetangga. Dengan adanya kegiatan ini setidaknya keluarga, teman dan juga tetangga mengetahui bahwa ada ikatan yang sudah resmi antara Si Laki laki dan Si Perempuan yang harus dikabarkan pada masyarakat umum sebelum acara resepsi pernikahan.

Adapun besar kecilnya kegiatan “BERAS UTAH’ tergantung ekonomi keluarga yang memiliki hajatan tersebut,yang terpenting adalah niat mengadakan kegiatan tersebut adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Semoga kearifan lokal seperti ini tidak hilang tergerus jaman di era kemajuan sekarang,karena kegiatan ini memiliki nilai positif dan juga menjaga tradisi adat kebudayaan setempat

Lamongan,18 Oktober 2019

#7HariKonsistenMenulisCitizenJournalism
#KelasJurnalistikOnline

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Pentingkah Pendampingan Belajar Pada Anak

    Sasa Rahayu Safitri  di  Andong, Boyolali  |  21 Feb 2021
  2. Cuaca Ekstrem Melanda, Waspada Pohon Tumbang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Bogor Kota  |  21 Feb 2021
  3. Operasi Lintas Laut Muara Gembong - Mauk

    Indra Gunawan  di  Bekasi Utara, Bekasi Kota  |  22 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Meningkatkan Kapasitas Perempuan Muda, PDNA Garut Selenggarakan Perkaderan Formal

    Berita Nasyiah Kab Garut  di  Garut Kota, Garut  |  28 Feb 2021
  2. 6
    Komentar

    GRESIK MENJADI BAGIAN DARI 4200 PESERTA PELATIHAN E.LEARNING

    siti fitriah  di  Kebomas, Gresik  |  26 Feb 2021
  3. 3
    Komentar

    Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kemantren Mergangsan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Mar 2021
  4. 3
    Komentar