Kantor Kesbangpol Gandeng Muslimat NU Tingkatkan Kapasitas Ormas Di Kabupaten Pekalongan

Gambar untuk Kantor Kesbangpol Gandeng Muslimat NU Tingkatkan Kapasitas Ormas Di Kabupaten Pekalongan
Kajen - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan rapat koordinasi bersama ormas kemarin (16/3) di Meeting Room Rumah Makan Oemah Dahar Daffa Kajen. Menurut Kepala Kantor Kesbangpol Haryanto Nugroho melalui Kasi Ketahanan Ekonomi Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan M. Farikh Arisoni tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kapasitas, legitimasi dan berkelanjutan organisasi dalam kebijakan agar berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan akuntabilitas. “Dalam kesempatan ini kami pihak Kantor Kesbangpol mengundang 20 Ormas dan Alhamdulillah hampir semua bisa hadir”, Ujar Soni

Untuk mengisi materi tentang penguatan Organisasi Masyarakat Sipil dari pihak Kantor Kesbangpol mengundang Erlita Rismillyana sebagai narasumber tunggal dari Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan selaku Mitra Utama (Lead Partner) program USAID – Madani di Kabupaten Pekalongan. Erlita menyampaikan sebagai Mitra Utama program USAID – Madani, Muslimat NU mengalami peningkatan kapasitas organisasi yang sangat signifikan, “ Muslimat NU Kabupaten Pekalongan dahulu tidak punya dokumen dasar standar sebuah organisasi, sekarang Muslimat NU sudah memiliki dokumen itu seperti dokumen SOP Ketenagakerjaan, SOP Keuangan, SOP Pengadaan, rencana Strategis hingga dokumen Monitoring Evaluasi & Learning (MEL), gampangnya dahulu kurang tertib administrasi , sekarang jauh lebih tertib,” terang Erlita dihadapan peserta.

Lanjut Erlita menjelaskan, dalam proses perjalanan menjadi organisasi yang mumpuni diperlukan “pisau bedah” atau instrumen untuk mendiagnosis permasalahan – permasalahan yang ada di tubuh organisasi dan harus segera ditindaklanjuti. Instrumen itu adalah pengukuran Indeks Kinerja Organisasi (IKO) yang diperlukan untuk mengidentifikasi kinerja organisasi dan mengukur sejauh mana perubahan kinerja organisasi yang hubungannya dengan penguatan kapasitas dan dampak kepada penerima manfaat.

“Pengukuran IKO hampir sama seperti akreditasi, skema mudahnya organisasi akan melakukan self asssesment untuk dinilai berdasarkan fakta dan pembuktian literasi dan disepakati pada level berapa?, setelah keluar hasilnya, akan dirumuskan rekomendasi dan rencana aksi sebagai tindak lanjut hasil pengukuran IKO”, Imbuh Erlita.

Dalam sesi akhir diskusi, hampir seluruh peserta yang hadir aktif dan memberitakan respon positif mengenahi peningkatan kapasitas organisasi, seperti Tukirin selaku Ketua Yayasan Surya Alam Indonesia menyampaikan bahwa organisasinya bersedia dan siap untuk dilakukan pengukuran IKO karena manfaatnya yang besar bagi organisasi untuk menjadi lebih profesional. Hal senada juga disampaikan dari ormas lain seperti Pemuda Pancasila, Himpunan Mahasiswa Islam, FKKBM dan DHC 45.

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Munasifah
Tamu
Sukses buat Muslimat NU cabang Kab. Pwkalongan.. Semoga tambah manfaat dan barakah..
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak