Investasi Ugal-Ugalan Berujung Kerusakan Lingkungan dan Pencemaran Udara

1 0 461
Gambar untuk Investasi Ugal-Ugalan Berujung Kerusakan Lingkungan dan Pencemaran Udara
Senin, 6 Juli 2020 di mana saat ini di Kota Palu, Ibukota Propinsi Sulawesi Tengah, telah terlaksana pelantikan Bupati Kabupaten Morowali Utara sisa jabatan periode 2016-2021. Di waktu yang bersamaan, di Sudut Kabupaten Morowali Utara tepatnya Desa Ganda-Ganda Dusun Lambolo, masyarakat juga melakukan kegiatan penanaman pohon pisang dan kelapa di ruas jalan Dusun tersebut yang juga merupakan jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kab.Morowali Utara dan Kab. luwuk.

Kegiatan yang di lakukan masyarakat tersebut tidak lain adalah salah satu bentuk protes kepada Pemerintah Kab.Morowali Utara serta perusahaan2 yang berada di sekitarnya yang tidak dapat memastikan masyarakat Lambolo mendapatkan lingkungan hidup yang sehat serta sarana prasarana jalan yang layak untuk di lalui oleh masyarakat dalam beraktifitas.

Di dusun Lambolo tepatnya di Radius 0-3 Km, terdapat sebuah perusahaan Raksasa yaitu PT COR II yang memiliki pabrik smelter Pemurnian Nickel yang beroperasi sejak tahun 2017 dan sempat berhenti beroperasi pada awal tahun 2019.

Pada tahun 2018, Jatam Sulteng pernah melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri Poso kepada PT COR II, PT MPR, PT ITAMATRA sebagai tergugat atas kerusakan lingkungan yang di timbulkan oleh kegiatan perusahaan2 tersebut yang berakhir pada mediasi di mana pihak tergugat mengakui kesalahannya yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan siap melakukan pembenahan atas kerusakan lingkungan yang di timbulkan.

Pada awal tahun 2020, PT COR II kembali beroperasi yang kemudian kembali menimbulkan dampak pencemaran berupa bau menyengat serta asap ke masyarakat khususnya di dusun Lambolo yang berada pada radius 0-3 Km tersebut. Akibat daripada dampak tersebut,gejolak di masyarakat pun mulai terlihat.

Dengan kondisi jalan rusak serta tidak layak untuk di lalui di dusun tersebut yang notabene juga di gunakan langsung oleh PT COR II dan kontraktor mining dalam beraktifitas, masyarakat pun memperlihatkan kekecewaannya dengan melakukan penanaman pohon pisang dan kelapa di ruas jalan tersebut.

Saat ini masyarakat lambolo yang tergabung di dalam Kelompok Peduli Lingkungan Dusun Lambolo di mana ibu Echi lamaloa sebagai ketuanya telah melayangkan surat ke DPRD Kab. Morowali Utara perihal permohonan hearing atas kondisi lingkungan yang tidak sehat di dusun lambolo pasca beraktifitasnya kembali Pabrik pemurnian nickel milik PT COR II.

Semoga pada masa kepemimpinan Bupati Kab. Morowali Utara bapak Moh.Asrar Abd. Samad serta Ibu Ketua DPRD Kab. Morowali Utara,Ibu Haji Megawati Ambo Asa yang juga baru di lantik awal 2020 silam dapat membuat keputusan yang berpihak kepada Rakyat khususnya masyarakat Dusun Lambolo

#SelamatkanRuangHidupRakyat
#PanjangUmurPerjuangan

sumber : Muhammad Arsad

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar