Implementasi BDR Atasi Covid-19 Di SMPN Satap 1 Batukliang

2 5 436
Gambar untuk Implementasi BDR Atasi Covid-19 Di SMPN Satap 1 Batukliang
Penularan wabah Covid 19 terus meningkat salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang apa itu covid dan bahayanya. Oleh sebab itu mereka menyepelekan akibat yang ditimbulkan oleh virus yang mematikan tersebut.

Mereka tidak mau patuh dengan protokol kesehatan yang selalu didengung-dengungkan di ruang publik selama ini. Masyarakat awam tidak peduli apa itu masker, cuci tangan ataupun jaga jarak (fisical distancing). Problematika inilah yang menjadi salah faktor kesulitan pemerintah untuk menangani penularan covid 19 secara cepat.

Sekolah sebagai institusi pendidikan yang memiliki kewajiban mendidik anak-anak bangsa haruslah menjadi garda terdepan untuk ikut bertanggung jawab menyuarakan bahaya covid-19 sercara terus menerus. Selanjutnya SD-SMPN Satap 1 Batukliang sebagai bagian institusi tersebut telah mengambil bagian dan ikut berpartisipasi dalam penangan covid 19.

Berbagai upaya dilkaukan sekolah untuk mendukung penganan covid 19, salah satunya adalah menyediakan fasilitas kesehatan seperti pengadaan masker gratis bagi para siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, menyediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan di setiap kelas, menyediakan cairan disinfektan untuk penyemprotan lingkungan sekolah serta alat tes suhu badan termogun.

Sebagai sekolah yang berlokasi di kabupaten Lombok Tengah dimana kabupaten ini teridentifikasi sebagai kawasan zona merah sehingga seluruh sekolah di kawasan ini tidak diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Walapun demikian bukan berarti para siswa tidak belajar. Oleh karena itu, untuk menghindari pengumpulan siswa di sekolah sebagai salah satu protap covid-19 maka pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan agar semua instansi pendidikan untuk melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR).

Lalu bagaimana implementasi BDR?Secara teknis BDR bisa dilaksanakan secara daring (dalam jaringan,/online) atau secara luring (luar jaringan/offline) atau secara kombinasi dengan cara daring dan luring sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Secara daring siswa belajar tampa tatap muka langsung dengan guru tapi melalui media apalikasi seperti Zoom, WA, Google Classroom atau melalui grup facebook (FB), sedangkan secara Luring siswa dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil dan belajar di rumah-rumah warga secara tatap muka dengan gurunya namun tetap mengikuti protokol kesehatan terutama para siswa dan guru wajib memakai masker dan jaga jarak (physical distancing).

Teknis lain yang bisa digunakan sebagai implentasi dari BDR adalah model kombinasi antara daring dengan luring. Artinya porsi belajar siswa adalah fity-fifty, 50 persen belajar melalui media online dan sisanya dengan cara ofline.

Sebagai implementasi BDR di SMPN Satap 1 Batukliang, kepala sekolah terus berdiskusi dengan para guru dan stakeholder yang ada untuk membahas langkah-langkah implentasi BDR di lapangan agar bisa terlaksana secara efektif. Dari hasil diskusi tersebut maka sekolah memutuskan empat langkah strategis untuk mengimplentasi BDR di sekolah antara lain: langkah persiapan, implementasi, monitoring dan evaluasi.

Langkah persiapan yang dilakukan SMPN Satap 1 Batukliang adalah rapat persiapan untuk membahas sosialisasi implementasi BDR, pembagian tugas guru, pembagian kelompok belajar siswa, dan penyusunan jadwal pelajaran yang berisi tentang kombinasi pembelajaran daring dan luring.

Pada tahapan sosialisasi Kepala sekolah turun ke lapangan berkoirdinasi dengan para kepala dusun sumber murid untuk membahas apa itu BDR dan bagaimana implementasinya sekali gus meminta ijin belajar di rumah-rumah warga yang dipimpinnya. Pada tahapan ini juga sosialisasi dilakukan melalui grup WA kepada para orang wali murid yang telah dibuat sebelumnya oleh sekolah. Selanjutnya melalui grup WA masing-masing kelas, sekolah memposting pembagian kelompok belajar dan jadwal pembelajaran.

Pada tahap implementasi Luring para siswa datang ke tempat kelompok belajar yang telah ditentukan sebelumnya dengan menggunskan masker dan selalu jaga jarak, kemudian guru mata pelajaran turun mengunjungi kelompok belajar tersebut sesuai jadwal. Sedangkan secara daring bapak ibu guru merangcang materi pelajaran dan tugas tugas siswa kemudian disampsikan melalui aplikasi pembelajaran yang telah ditentukan bersama. Untuk materi pembelajaran, sekolah memutuskan memasukan materi tentang Covid-19 pada setiap bidang studi dengan tujuan agar para siswa mengerti secara mendalam tentang corona dan bahayanya serta bagaimana menjaga diri agar terhibdar dari wabah tersebut.

Untuk memastikan jalannya implemtasi BDR di lapangan, kepala sekolah melakukan memonitoring dengan cara langsung turun ke tempat-tempat proses pembelajaran sekaligus melaksanakan tugas supervisi sebagai kepala sekolah. Dalam tahapan ini kepala sekolah memantau proses pembelajaran untuk melihat hambatan atau kesulitan guru. Apa bila ada guru yang mengalami kesulitan, maka kepala sekolahemberikan bantuan pada guru tersebut baik dengan cara diskusi maupun dengan cara pemodelan artinya kepala sekolah memberikan contoh cara mengatasi kesulitan -.kesulitan yang dihadapi guru.

Pada tahapan evaluasi, sekolah menentukan satu hari dalam seminggu untuk melaksanakan evaluasi terhadap hambatan ataupun kesulitan yang ditemukan dilapangan secara bersama-bersama. Pada kesempatan ini setiap guru diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal yang ditemukan di lapangan khususnya terkait dengan kesulitan yang ditemukan. Setelah itu, kesulitan-kesulitan yang disampaikan oleh masing-masing guru dicatat sebagsi bahan diskusi. Pada tahap selanjutnya catatan-catatan terkait kesulitan-kesulitan yang ditemukan di lapangan kemudian dilempar ke forum rapat dan meminta kepada peserta rapat memberikan masukan untuk perbaikan pelaksanaan BDR pada minggu berikutnya.

Demikian seterusnya siklus yang dilakukan sekolah untuk memperbaiki proses implementasi Belajar Dari Rumah (BDR) dari hari ke hari. Semoga dengan siklus ini, walaupun pada kondisi belajar tidak normal para siswa tetap dapat belajar dengan kualitas proses pembelajaran yang baik. Kemudian dengan implemetasi BDR di SMPN Satap 1 Batukliang juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penanganan covid-19 khususnya di kalangan stakeholder yang ada di lingkungan pendidikan dan sekaligus dapat berkontribusi terhadap penanganan covid-19 di provinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya dan di kabupaten Lombok Tengah pada khususnya.

#wargalawancovid19
#madanicovid19

  5 Komentar

Tulis komentarmu...

Nuraini

Tamu
Bisa jadi PTS ini. Masihkan ada yang pagah dan pengkong

Nuraeni

Tamu
Keren banget, tulisannya sangat menginspirasi. Terima kasih Mas Zul. Tetap semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak2 negeri

Budiarti

Tamu
Mantap pk kepala, bisa jadi masukan bgi kita yg baru, sukses sll
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Formasi CASN 2021


Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    Formasi CASN 2021

  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 3
    Komentar