[Hari Pahlawan] Dari Aceh hingga Maluku – Mengenal Tiga Pahlawan Perempuan yang Nyaris Terlupakan

6 0 882
Gambar untuk [Hari Pahlawan] Dari Aceh hingga Maluku – Mengenal Tiga Pahlawan Perempuan yang Nyaris Terlupakan
Dari Aceh di ujung barat, dan Maluku di sisi timur, berikut tiga pahlawan perempuan yang namanya nyaris terlupakan, seperti yang diceritakan oleh Ratieh Lestari dalam www.wanita.me:

Laksamana Malahayati
Malahayati merupakan gadis yang berasal dari Kesultanan Aceh yang memiliki nama asli Keumalahayati. Beliau memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV pada periode tahun 1595 hingga 1604. Malahayati juga pernah memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal dan benteng Belanda pada 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran tunggal. Malahayati mendapatkan gelar Laksamana atas keberaniannya ini. Saat meninggal dunia, jasad Laksamana Malahayati dikebumikan di bukit Krueng Raya, Aceh Besar.

Maria Walanda Maramis
Maria Josephine Catherine Maramis berasal dari Sulawesi Utara. Beliau adalah seorang Pahlawan Perempuan karena upayanya mendobrak tradisi pada saat itu (awal abad ke-20) untuk dapat memajukan perempuan Indonesia. Perjuangan beliau untuk kemajuan dan emansipasi perempuan dilakukan melalui dunia politik dan pendidikan Setiap tahunnya pada tanggal 1 Desember, Masyarakat Minahasa memperingati Hari Ibu Maria Walanda Maramis sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau.

Martha Christina Tiahahu
Martha Christina Tiahahu berasal dari tanah Maluku, yang saat remaja langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya. Martha sempat meneruskan bergerilyanya di hutan sampai akhirnya tertangkap dan diasingkan ke pulau Jawa. Kapal Perang Eversten menjadi tempat Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya. Dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda pada tanggal 2 Januari 1818.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar