Gema 100 Juta Telur, Tingkatkan Konsumsi Pangan Hewani dan Perbaikan Gizi

1 0 122
Gambar untuk Gema 100 Juta Telur, Tingkatkan Konsumsi Pangan Hewani dan Perbaikan Gizi
Pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi pangan hewani serta memperbaiki gizi anak sekolah dan santri. Pasalnya, Indonesia masih memiliki angka stunting (kerdil) yang cukup tinggi di dunia yaitu sekitar 37%. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya dan keterlambatan pertumbuhan otak.

Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama sebagai dampak dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, terutama dalam periode emas 1000 hari pertama kehidupan (sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun). Oleh karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pertanian mencanangkan Gerakan Makan (Gema) 100 Juta Telur.

“Telur adalah salah satu sumber protein. Perbaikan gizi anak-anak ini adalah hal penting karena merekalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, di Kantor Kementerian Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/09/2019).

Apalagi, lanjut Musdhalifah, konsumsi telur di Indonesia masih relatif kecil, yaitu hanya 111 butir per kapita per tahun. Sementara negara tetangga seperti Thailand sudah mengonsumsi 217 butir per kapita per tahun dan Malaysia di angka 324 butir per kapita per tahun.

Kegiatan ini juga sekaligus dirancang untuk membantu peternakan rakyat dengan menyerap telur dalam jumlah besar. Ujungnya adalah untuk ketersediaan pangan dan stabilitas harga.

Sumber: Kemenkominfo RI

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!