Geliat Bank Sampah Lingkungan Sahabat Balong Panggang

2 0 195
Gambar untuk Geliat Bank Sampah Lingkungan Sahabat Balong Panggang
Sebut saja Dusun Mojoroto, sebuah Dusun di Balongpanggang yang saat ini getol membangun fondasi Bank Sampah berbasis Perdesaan.

Dilatarbelakangi keprihatinan masyarakat atas kondisi sampah yang sering menumpuk di TPS dekat Pasar Hewan, Pasar Balongpanggang dan sekitarnya, yang bila dihitung, bisa mencapai 3 ton perhari, belum lagi tambahan sampah domestik yang belum dikelola dengan baik. Bahkan, untuk pengangkutan sampah dari TPS ke Gresik, membutuhkan biaya sekurangnya satu juta per rit.

Atas kondisi tersebut, didirikanlah Bank Sampah Lingkungan Sahabat yang dikomandoi Bapak Karno, dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat di lingkungan sekitar, cara hidup sehat sekaligus memberi peluang bagi mereka yang secara ekonomi bisa mengais rejeki dengan memilah dan mengolah produk sampah dengan teknologi sederhana menjadi lebih ekonomis.

Guna menunjang langkah tersebut dipersiapkan sebidang lahan sebagai tempat pemilahan, gerobak angkut yang beroperasi dari pintu ke pintu setiap rumah penduduk. Bank sampah ini masih membutuhkan dukungan dan bimbingan dari semua stakeholder yang ada di Gresik. Saat ini, pengurus masih mengidentifikasi kebutuhan untuk rencana bisnis ke depan , termasuk pelibatan perempuan dan difabel di wilayah sekitar dan Dusun lainnya di Desa Balongpanggang.

Melihat hal tersebut, PATTIRO Gresik bersama Simpul Belajar Giri terpanggil untuk berbagi pengalaman dan mengupayakan pendampingan untuk mengubah paradigma tentang sampah menjadi produk bernilai plus. Dikatakan oleh Nur Yaqin, bahwa "sampah-sampah tersebut bisa diolah menjadi berbagai produk, misalnya budidaya magot, cacing, bekicot atau produk lainnya yang dibutuhkan di wilayah sekitar, yang sisanya dipasarkan ke kecamatan lainnya. Bila langkah kecil ini berhasil, akan ditingkatkan menjadi produk lainnya lebih berkualitas dan ekonomis." Pungkasnya.

Kegiatan Sosialisasi ini atas dukungan program MADANI. Program ini bertujuan mendorong terwujudnya akuntabilitas pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, disepakati akan dilakukan pelatihan dan praktik reguler, setidaknya sebulan dua kali. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Sosialisasi di desa piloting Program Madani, yang salah satunya adalah Desa Pegundan, Kecamatan Bungah Gresik.

Di akhir kegiatan, Tim menuju TPS yang berada di lahan desa sekitar 600 m² untuk melihat lebih dekat kondisi TPS. Harapan mereka, lahan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi kawasan pengolahan sampah terpadu dengan dukungan Pemerintah Daerah dan Dunia Industri di Gresik, Minggu (26/9/2021).( Red/cf)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat